Bantah Ramalan Berat Badan Bersama Sean Setio Haliman

  • 2

Bantah Ramalan Berat Badan Bersama Sean Setio Haliman

Category : Uncategorized

Foreword

Silahkan skip foreword berikut jika ingin langsung membaca cerita sesuai topik terbaru
_____
Sejak merantau ke Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada 2007 untuk melanjutkan pendidikan di MTsN Ganting (setingkat SMP) hingga saat ini, saya merasa bersyukur bertemu dengan banyak orang, kawan atau bukan kawan yang secara tidak langsung mengajari saya sebuah proses sosialisasi serta arti kehidupan. Proses sosialisasi justru lebih banyak terjadi di lingkungan saya setelah pindah ke rantau, bukan di rumah atau bersama keluarga. Meski tidak menafikkan bahwa peran orang tua dan saudara tentu tidak dapat disebut kecil, namun pada kenyataannya saya merasakan bahwa ternyata bertumbuh kembang di lingkungan yang baru, tanpa terkena bias pandangan dari orang-orang yang mengenal keluarga saya seperti di kampung halaman, sangat berdampak pada kepribadian saya hingga saat ini. Ketika di rantau, saya bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, tidak ada juga yang tau dan ingin tau sepertinya. Tidak ada teman Sekolah Dasar (SD) di MTsN yang akan membela saat ada pertikaian, menjatuhkan dengan mengungkit-ungkit masa lalu, atau mengolok-olok keluarga seperti yang beberapa teman-teman saya lainnya rasakan. Saya benar-benar berkenalan, membangun relasi, dan interaksi dari nol kembali.
____
Tulisan ini dibuat untuk mengenang, melampiaskan rasa syukur, serta wujud terima kasih kepada Allah SWT dan orang-orang yang ada dalam tulisan ini, karena saya dapat belajar banyak makna dan lika-liku kehidupan itu. Saat masuk SMA setelah lulus MTsN, saya telah berjanji bahwa akan menulis apa yang saya pelajari, rasakan, dan kenang bersama orang-orang terbaik yang pernah saya kenal. Bagi beberapa teman dekat, rencana ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Bulan mei 2019 lalu, keinginan menulis itu hanya sebatas wacana, belum terlaksana walau hanya sepatah kata “pendahuluan”. Ada banyak alasan yang tak perlu saya ungkapkan mengapa saat itu tulisan tidak kunjung dimulai. Terpenting adalah bahwa kali ini saya bertekad ingin menyelesaikan sebuah janji yang telah saya buat dahulu; yaitu berbagi.
Saya berfikir, apabila mati nanti, apa yang dapat saya tinggalkan? Saya ingin dikenang, tetapi saya bukan pejabat, bukan anak orang kaya, bukan ilmuan, bukan pula orang terkenal. Maka dari itu menurut hemat saya, menulis sebuah cerita tentang orang-orang yang berkesan dalam hidup saya bukanlah sesuatu yang berlebihan. Saya tidak memaksa dan akan memaksa kamu atau siapapun juga untuk baca tulisan ini. Jika kamu baca, artinya karena kamu tertarik atau penasaran, bukan karena paksaan. Saya juga tidak mengejar keuntungan, popularitas, dan lain sebagainya. Akan tetapi murni hanya ingin mencurahkan isi hati, fikiran, dan kenangan dalam bentuk tulisan, agar kalau meninggal nanti, ada sebuah karya yang dapat dikenang, minimal oleh orang-orang yang saya kenal dan namanya saya sebutkan dalam cerita-cerita ini.
Untuk semua orang yang saya kenal, terima kasih karena telah memberikan warna dalam hidup saya. Sekali lagi saya katakan bahwa, saya amat bersyukur atas segala yang telah saya lewati hingga saat ini. Banyak sekali kenangan, baik suka ataupun duka yang saya rasakan, yang sepertinya tak dapat saya simpan begitu saja seorang diri. Entah hal ini juga yang membuat saya akhir-akhir ini merindukan banyak teman-teman lama, sekedar bercerita atau bernostalgia. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua, atau minimal bagi orang yang diceritakan dalam tulisan.

Saya akan berusaha menceritakan kenangan bersama teman-teman dengan balutan cerita dan pembelajaran tentang kehidupan, bukan tulisan tentang biografi semata. Urutan dalam cerita ini bukanlah berdasarkan kedekatan atau satu point penilaian lainnya saja, tetapi karena sedang ingin menulis topik yang berkaitan dengan subjek tersebut. Tunggu saja tulisan lainnya, siapa tau kamu yang akan saya tulis berikutnya, Kwkw

_____

 

Sean: Orang yang Berbeda
Semenjak Sekolah Dasar, sejatinya saya sudah beberapa kali mengalami fase naik turun berat badan yang drastis. Kurus ketika balita, lalu gembul ketika SD, kurus lagi di jenjang MTs dan SMA, lalu mencapai puncak gemuk di saat setelah lulus kuliah. Saya sadar bahwa menjadi gendut tidaklah nikmat. Jalan sedikit sudah capai, ngos-ngosan, penyakit berdatangan, dan penampilan tampak lebih tua. 

Akan tetapi sejak tahun 2016 ketika kondisi ekonomi pribadi saya membaik, godaan makanan tak dapat dielakkan. Rencana menurunkan berat badan saya terus gagal, hingga beberapa teman yang mengetahui rencana saya untuk diet sudah menganggap rencana saya hanya sebagai dongeng. Tampaknya tidak ada lagi yang percaya, kecuali satu orang yang selalu menyemangati tiap bercerita tentang ingin kurus kembali, yaitu Sean, cowo kelahiran Jakarta 9 Juni 1998 yang merupakan junior saya di jurusan Antropologi FISIP UI. Meski telah mendengar keinginan saya untuk kurus berkali-kali,  seperti ketika makan bareng di Hanamasa menjelang bulan puasa 2018, hingga makan siang di kantin Fasilkom UI pada penghujung tahun yang sama. ia selalu menjawab “ya pasti lo bisa, iya semoga berhasil”, dibumbui aneka motivasi serta ditaburi kiat-kiat diet yang sehat. Sedikit flashback awal saya kenal Sean: bahwa pada mulanya saya bertanya kepada menti saya tentang apakah ia punya kenalan yang tertarik ikut lomba, lalu kemudian iya merekomendasikan Sean, hingga akhirnya kami sering bekerjasama dalam beberapa proyek dan event kampus.

Sean (Kanan) saat setingkat Sekolah Dasar | 2010

 

Saat itu seperti biasanya, obrolan kami terasa cair dan ke mana-mana, mulai dari soal ekonomi, asmara, pertemanan, dunia kampus, karir dan cita-cita, sampai bahasan tentang berat badan, wkkw. Saya mengatakan bahwa goal saya 2019 adalah menurunkan berat badan dan membentuk otot. Kami terus bertukar informasi, masukan, tips, atau cara-cara agar keinginan saya dapat tercapai hingga saat ini. Menurutnya, dan emang ketika saya lihat foto alay nya di FB (canda Se :v), ternyata jaman SD-SMP dulu ia gembul juga, lalu kemudian perlahan berubah hingga seperti saat sekarang ini. Intinya adalah, lakukanlah diet dengan benar, tidak asal-asalan dan tanpa pengetahuan. 

Membantah Ramalan
Sebuah ramalan online; primb*n.com mengatakan bahwa berdasarkan tanggal lahir, saya adalah orang yang akan memiliki perawakan berisi“, tidak berotot, dan “besar” . Tetapi… meski sebetulnya tidak percaya ramalan, saya sempat ragu karena memang beberapa yang diramalkan terasa tidak salah, seperti kegemaran traveling atau bepergian, apalagi kondisi saya saat itu sedang gendut, pas lah. Ramalan tetap ramalan, jika ramalan diucapkan oleh seseorang, bukan tuhan atau pencipta yang berkata dalam kitab suci-Nya, maka saya rasa sebaiknya tidak boleh memercayainya. Ramalan tentang berat badan sudah terpatahkan saat ini, karena saya sudah 65 kg, hanya kurang 5 kg untuk ideal dan sesuai target. Kini saya akan mencoba membantah bahwa berdasar tanggal lahir, saya bukanlah orang yang berotot, kwkkw. Jika tercapai, saya akan membahas ini lebih lanjut. Sekarang, saya akan berbagi informasi mengenai tips agar diet berhasil.

Diet Dijamin Berhasil dengan Cara Ini:

Saya terus diburu oleh teman-teman yang melihat postingan-postingan saya beberapa waktu belakangan, karena menampilkan perubahan berat badan saya dari yang tadinya 79.8 kg menjadi 65 kg hingga tulisan ini dibuat. Pertama-tama saya mohon maaf belum menjawab pesan-pesan yang masuk. Sejujurnya saya amat khawatir bahwa program turun berat badan kali ini sama seperti diet-diet saya sejak 2016 lalu: gagal. Alih-alih turun, berat badan saya terus naik perlahan. Emang iya, kalau naik atau turun, tidak mungkin langsung plek… 5 kg, 10 kg, tidak begitu. Ada juga naik 500 gram, lalu sekilo, satu setengah kilo, dua kilo, tiga kilo, dan seterusnya hingga kemudian sadar bahwa ternyata bentuk badan sudah berbeda. Jadi bukan tidak mau berbagi tips, tetapi takut tips nya tidak benar, keliru, atau saya sendiri gagal dan akan dianggap omong doang. Oleh karena itu saya berfikir “udeh, buktiin dulu deh lo berhasil” . Saat ini mungkin belum maksimal, karena berat badan saya masih berlebih 5 kg dari target, yaitu 60 kg. Tetapi melihat perubahan yang signifikan sejak bulan Mei 2019 lalu sampai saat ini sudah turun hampir 15 kg, saya merasa terlalu jahat kalau menyimpan info sendiri. Niat ingin kurus sejak tiga tahun lalu sebenarnya bukan karena cuma wacana, tetapi salah info dan kurangnya pengetahuan. Siapa bilang saya tidak berusaha, siapa bilang tidak mencoba, tetapi emang kenyataannya ilmu atau pengetahuan sangat penting dimiliki agar diet tidak salah.

Dalam tulisan ini ada peran dua tokoh, satu lagi adalah coach saya bernama Yuli, tetapi karena Coach Yuli menjelaskan sebuah produk yang saya pakai, sementara dalam tulisan ini saya tidak ingin membahas detail hal itu, karena bukan ngiklan, kwkw. Bahasan mengenai Coach Yuli dan produknya akan dikupas pada tulisan lainnya

Saya melakukan berbagai kegiatan sesuai tips di bawah, berbeda dengan diet saya pada masa lampau yang tanpa pengetahuan yang cukup. Maka jika kamu berniat serius, cobalah beberapa tips berikut ini, yang juga saya rangkum dari Sean dan Coach Yuli.

1. Pahami hal tentang Kalori
Kalori adalah satuan / unit kandungan yang dihasilkan oleh berbagai makanan dalam bentuk energi yang dibutuhkan tubuh. Manusia butuh energi untuk beraktivitas, energi dihasilkan oleh makanan dan minuman. Akan tetapi kelebihan kalori menyebabkan penumpukan lemak, yang biasanya menyebabkan tubuh terlihat lebih gemuk. Saya sendiri sebenarnya berasal dari jurusan IPA ketika SMA, tetapi mungkin karena berbentuk hafalan atau teori tanpa memahami lebih lanjut, ditambah masuk jurusan sohum ketika kuliah, pengetahuan ini menjadi agak kabur. Ternyata, hampir semua makanan yang kita makan mengandung kalori. Silahkan googling untuk tiap jenis makanan, atau jika membeli makanan kemasan, lihat tulisan kandungan kalori di bagian belakang kemasan. Kebutuhan kalori tiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas harian. Pada umunya kebutuhan kalori berdasarkan Angka Kecupuan Gizi (AKG) adalah +- 2.000 an kalori. Angka ini tentu dapat berbeda pada tiap individu. Apabila paham tentang kalori ini, kita akan menjadi tahu dan bisa memilah-milah makanan mana yang baik untuk dikonsumsi
Intinya jika ingin program turun berat badan, sebenarnya sangat simpel, yaitu: konsumsilah makanan atau minuman di bawah batas kebutuhan kalori harian, tetapi jangan terlalu rendah karena akan berdampak buruk kepada kesehatan. Jika ingin naik berat badan, maka cukupi asupan kalori di atas kebutuhan, sangat simpel. Serta apabila ingin mempertahankan, maka cukupilah sesuai kebutuhan. Setelah paham mengenai konsep ini, barulah program diet berikutnya akan terasa mudah.

2. Hindari gula dan makanan berminyak
Gula yang dimaksud di sini termasuk kepada minuman-minuman manis, bersoda, dan yang mengandung gula lainnya, sedangkan makanan berminyak jelas seperti gorengan, sayuran yang menggunakan minyak dan aneka olahan menggunakan minyak lainnya. Bayangkan, mengonsumsi sayuran saja belum tentu sehat, terutama apabila dicampur minyak seperti tumis dan sebagainya. Banyak penjual makanan yang ngakunya juga makanan sehat, belum tentu sehat karena bercampur mayonaise dan berbagai komposisi yang tinggi kalori lainnya. Gula dan minyak mengandung kalori yang cukup tinggi, bisa mencapai 380-an kalori tiap 100 gram! begitu juga makanan berminyak, kamu bisa caritahu sendiri dengan mengetik kata kunci “kalori xxx, contoh: kalori gorengan”, maka akan muncul hasil info kalori.

3. Ganti pola makan
Setelah memahai tentang kalori, saya menjadi sadar bahwa “ternyata ini toh yang buat diet saya selama ini gagal” . Saya hanya sebatas tau, bahwa hindari makanan berminyak, gorengan, minuman manis atau bersoda, nasi putih diganti nasi merah, olahraga, dan lain sebagainya tanpa tahu maksud dan maknanya. Saya tidak bisa menghitung kalori yang telah saya konsumsi, sehingga merasa akan kurus, tetapi ternyata gagal. Saya pernah benar-benar tidak mengonsumsi nasi selama berbulan-bulan, tetapi tetap saja gemuk karena ternyata makanan yang saya konsumsi lainya mengandung kalori yang juga cukup tinggi. Saya makan dimsum, mengira karena dikukus maka baik untuk diet, ternyata salah besar. Kalori dari dimsum juga cukup tinggi, yaitu sekitar 133 kalori per potong, dan biasanya kita mengonsumsi lebih dari dua. Saya biasanya empat hingga lima, bisa dihitung sendiri berapa kalori yang telah masuk.  Saya juga sarapan dengan lontong sayur, bubur ayam, ketoprak, dan makanan lain selain nasi. Tetapi ternyata sarapan ini juga kurang baik. Tetap saja kalori yang terkandung pada tiap porsinya sangat besar.

4. Rajin-rajin berpuasa
Sekali lagi, setelah paham mengenai konsep kalori, kita akan tahu mengapa puasa dapat menurunkan berat badan, karena otomatis jumlah kalori yang masuk juga biasanya relatif lebih rendah. Maka dari itu, rajin-rajinlah berpuasa, tetapi ingat bahwa jika niatnya untuk menurunkan berat badan, pahala urus dengan yang kuasa saja ya! Saya tidak bisa judge tidak akan dapat pahala juga karena saya bukan tukang hitung amalan seseorang 🙂

5. Perbanyak minum air putih
Hal yang juga Sean sering sampaikan adalah banyak minum air putih. Konsep ini diperkuat oleh Coach Yuli dan tenaga medis lainnya, karena mengonsumsi air putih dapat membakar lemak. Tubuh membutuhkan 1 Liter air tiap 25 kg berat badan. Maka apabila berat badanmu 50 kg, maka kebutuhan air adalah 2 Liter. Untuk turun berat badan, maka kalikan dua kebutuhan harian itu (misal 50 kg maka harus minum 4 Liter). Akan tetapi jangan berlebihan juga, karena dapat memengaruhi fungsi ginjal
Coba perhatikan apapun obat dietnya, pasti disuruh minum air putih yang banyak. Saya sadar setelah tahu tentang manfaat air putih ini. Sampai-sampai pernah berfikir, sebetulnya obat diet itu bukan 100% membuat kurus/ menurunkan berat badan, tetapi dibantu oleh aktivitas dan faktor lainnya

6. OIahraga teratur
Sekali lagi, konsep utama diet ini adalah tentang kalori. Berolahraga dapat membakar kalori. Sebagai contoh, berjalan 4 km dalam 40 menit dapat membakar 300 kalori. Bagi orang yang dalam proses menurunkan berat badan, menurut hemat saya seperti yang dikatakan Sean adalah dengan olahraga lari. Ketika tahu hal ini, saya membeli sebuah treadmill. Akan tetapi, walau telah dibeli pada Februari 2019, treadmill saya akhrinya dapat rutin terpakai tiga bulan kemudian, yaitu setelah bulan Mei karena point 7. Pada awalnya saya hanya sanggup berjalan 2 km selama 30-40 menit, lalu intensitas saya tingkatkan hingga saat ini konsisten di jarak tempuh 4 km dalam 30-40 menit. Kamu orang yang ‘tidak ingin buang waktu’? ya sama seperti saya, pada awalnya saya merasa buang-buang waktu untuk treadmill. Akan tetapi saya mencari cara bagaimana agar bisa rutin dan tidak bosan. Saya menonton serial/ drama/ film yang durasinya di atas waktu saya tredmill, sehingga fikiran saya teralihkan pada film yang saya tonton, tanpa berasa sudah membakar kalori cukup banyak. Oia saya sudah tonton Star Wars dari episode 1 sampai episode 8, direkomendasikan oleh Sean juga, lalu ATM Rak Error Season 2 yang terdiri dari 23 episode, drama Korea seperti Phinokio, City Hunter, serta Goblin yang berjilid-jilid juga episodenya, semuanya ditonton ketika sedang treadmill, wkwkw

7. Konsumsi Herbalife
Saya tidak iklan, endorse, atau jualan. Menurut saya, pada dasarnya semua obat/ program diet (yang tersertifikasi dan sesuai standar) sama saja. Mereka akan menyarankan tips-tips yang juga sudah saya jelaskan pada nomor 1-6 seperti minum air yang banyak, tidur yang cukup, jaga pola makan, dan sebagainya. Tetapi dari sekian banyak produk yang saya coba, mulai dari yang berbentuk pil hingga susu, namun akhirnya saya jatuh hati pada Herbalife. Mereka tidak hanya ‘jualan’ produk, tetapi benar-benar membina, menyemangati, memberi motivasi, dan tentu mengawasi agar program kita berhasil. Kita akan otomatis di bina oleh Coach yang sesuai standar perusahaan. Selain itu,  Herbalife memiliki produk-produk yang rendah kalori dan dapat memenuhi asupan nutrisi. Konsep kalori memang mudah diucapkan, tetapi belum tentu dapat terlaksana dengan baik. Pengurangan asupan nutrisi karena mengurangi kalori dapat menyebabkan kecapaian, tidak bersemangat, dan kurang tenaga. Akan tetapi di herbalife, kesulitan menerapkan cara itu akan dapat diatasi. Sebagai contoh produk shake nya saja, hanya mengandung 70 kalori dalam tiap penyajian! Shake ini dikonsumsi sebagai pengganti sarapan. Bayangkan bahwa yang sarapan anda tadinya lontong sayur, ketoprak, atau bahkan nasi Padang dengan jumlah kalori hampir 500-700 an, langsung berubah menjadi hanya 70 kalori. Agar kenyang lebih lama, maka tambahan pisang sangat dianjurkan. Meski ditambah pisang, jumlah kalori yang masuk tetap hanya akan 120-150 an kalori saja, sangat kecil! Saya tidak akan menjelaskan dan jualan produk di sini. Tulisan ini tulus untuk berbagi kepada teman-teman yang juga punya keinginan untuk menurunkan berat badan.

Foto Bekam di Kaki, tampak darah agak berbusa

Andai gemuk itu sehat, maka tidak masalah saya gemuk. Persoalannya adalah, banyak penyakit bersarang pada orang gemuk, karena orang gemuk sudah pasti memiliki lemak berlebih, dan orang yang memiliki lemak berlebih akan mendapati banyak penyakit. Saya telah mengalami ini sendiri. Saya bersyukur karena tersadarkan pasca lebaran kemarin, punggung telapak kaki saya sakit seperti terkilir. Berjalan juga susah karena sakit. Awalnya saya fikir karena kecapekan, atau karena jarang jalan, kemudian saya ke tukang pijit dan tidak juga ada hasil, hingga saya menjalani proses Bekam, mengeluarkan darah kotor yang ada di tubuh, termasuk bagian kaki saya. Menurut therapist nya, kolesterol saya tinggi. Ini dibuktikan dengan darah yang ke luar berbusa-busa. Selain itu, saya juga mudah lelah, tidak berstamina, dan tidak semangat dalam hidup. Akan tetapi, setelah mengonsumsi herbalife ini, saya dapat menemukan semangat hidup saya kembali, termasuk untuk menulis tulisan ini

8. Jangan begadang
Proses detoksifikasi tubuh terjadi pada malam hari kisaran pukul 22.00-05.00, begadang dapat meningkatkan insulin dalam tubuh yang memicu rasa lapar sehingga mengirim sinyal ke otak untuk makan dan otomatis menambah kalori yang masuk ke tubuh. Saya kemudian teringat masa – masa skripsi, di mana memang saya sering sekali begadang dan pada akhirnya mengonsumsi makanan cepat saji dan tinggi kalori.

9. Motivasi diri
Hal terpenting dari seluruh tips di atas adalah, kita harus memiliki motivasi diri. Sebagai contoh, motivasi saya untuk diet adalah karena ingin sehat. Saya sadar bahwa banyak penyakit yang saya derita adalah berhubungan dengan berat badan berlebih. Saya ingin baik-baik saja, ingin berkarya, dan bermanfaat bagi sekitar, maka saya termotivasi untuk sehat dan bugar. Carilah hal yang bisa memotivasi kamu untuk terus semangat menjalani programnya. Jangan menyerah ketika berat badan turun sedikit. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tidak mungkin berat badan turun langsung 5 kg atau 10 kg. Saya meng-abadikan tiap proses perubahan berat badan saya, dari yang hanya turun ratusan gram, kemudian satu kilo, beberapa kilo, hingga total saat ini sudah hampir 15 kg! Saya ingat betul beberapa teman saya meledek “cuma turun 100 gram, itu minum segelas air juga naik lagi”; “Halah cuma turun sekilo, itu karena belum makan siang aja, nanti abis makan juga naik dua kilo” dan masih banyak ucapan-ucapan yang bisa membuat demotivasi lainnya. Jangan hiraukan ucapan-ucapan serupa itu. Anggaplah hanya candaan mereka saja dan tetap fokus pada tujuan kita. Lalu masalah biaya, cobalah untuk berhitung kembali, apakah iya diet itu mahal? Diet untuk sehat mungkin memang mahal, tetapi jatuh sakit jauh lebih mahal (biaya pengobatannya)

Itulah beberapa tips diet dari saya, diolah dari berbagai sumber bacaan dan tips serta informasi dari Sean. Saya bersyukur mengenal Sean, orang yang selalu percaya saya dapat berhasil diet. Mungkin sepele, tetapi ucapan-ucapannya yang selalu positif membuat saya menjadi yakin dan bersemangat. Ramalan tentang perawakan yang berisi dan bertubuh gendut telah saya patahkan, berkat keyakinan dan bantuan Sean, Orang yang pengen nyalon jadi Abang Jakarta Utara setelah lulus kuliah katanya, aamiin, Insha Allah.

Depok, 2  Oktober 2019

_______

Kirimkan komentar atau pertanyaan kamu seputar saya, untuk dibahas pada tulisan berikutnya. Contoh: Kak, lebih enak jaman kuliah atau jaman udah kerja?

Pertanyaan yang baik dan apabila berasa bermanfaat akan saya jawab dan share 🙂

Please follow and like us:

2 Comments

Ananda Yuni

03/10/2019 at 7:57 am

Mas sanul
gmn bedain herbalife yang bener2 asli
bagi tipsnya donk beli dimana. karena sy udh sering dgr produk ini tapi masih takut mencoba.
trima ksih

    Ihsanul Afwan

    03/10/2019 at 1:32 pm

    Hai Mba Yuni, Apa kabar? hehe

    Produk herbalife itu aman nya beli di Coach nya mba, atau di kantor herbalife langsung, itu dijamin asli.
    Kalau beli di marketplace atau sama orang yang kurang dikenal, agak riskan, bisa aja nanti udah oplosan/ dipalsuin

Leave a Reply