Review tulisan Michael R. Dove dan Carol Carpenter. Introduction : Major Historical Currents in Environmental Anthropology

  • 0

Review tulisan Michael R. Dove dan Carol Carpenter. Introduction : Major Historical Currents in Environmental Anthropology

ANTROPOLOGI EKOLOGI

IHSANUL AFWAN

1306401896


Introduction : Major Historical Currents in Environmental Anthropology

by : Michael R. Dove and Carol Carpenter

Note :

Penulis tidak bertanggung jawab atas kegiatan plagiarism yang apabila dilakukan oleh pembaca. diharapkan pembaca dapat menyantumkan sumber dan referensi terpercaya.

Antropologi Ekologi selalu berkembang sesuai waktu yang juga terus berjalan merubah berbagai hal di alam yang bersifat dinamis. Pada awalnya antropolog menganggap kebudayaan dipengaruhi lingkungan. Misalnya lingkungan yang banyak terdapat padi menyebabkan masyarakat memakan nasi karena ketersediaan beras. Namun sekarang dapat pula dikatakan bahwa kebudayaanlah yang mempengaruhi lingkungan. Misalnya kebudayaan masyarakat papua yang lebih banyak memakan sagu, menyebabkan mereka umumnya lebih banyak menanam sagu dibanding padi. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia bagian barat yang menanam padi karena telah biasa memakan nasi.

Pada bab ini, saya mengambil fokus kajian mengenai ekosistem yang didalamnya terdapat manusia oleh Barth dan Geertz. Barth dalam artikelnya menganalisis hubungan antara tiga kelompok etnik dengan mendemonstrasikan pentingnya faktor lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan konsep dari ekologi yang disebut dengan “Niche”. Niche merupakan bagian habitat yang dihuni dan berfungsi untuk memberi kehidupan bagi mahkluk hidup yang tinggal di dalamnya. Misalnya, cacing niche nya di tanah.

Sedangkan Greezt memiliki teori involusi pertanian yang menggambarkan perbedaan ekologi dan kultural antara orang Jawa dengan orang di luar Indonesia yang berbeda musim, budaya, dan yang lainnya. Petani di luar Jawa atau Indonesia mayoritas tidak hanya menananam padi atau satu jenis tanaman. Geertz juga menekankan perbedaan sawah dan ladang. Menurutnya, ladang memiliki nutrisi atau top soil yang terdapat pada biomasa. Top soil ini apabila digunakan terus menerus akan habis dan diharuskan mencari tempat lain yang memiliki top soil. Sedangkan sawah memiliki nutrisi yang terdapat di dalam tanah, yang top soilnya tergantung penggemburan tanah dengan sistem irigasi yang baik.

Referensi :

Dove, M.R,. & C. Carpenter (2008) “Introduction: Major Hostorical Currents in Environmental Anthropology,” dalam M.R Dove & C. Carpenter, eds Environmental Anthropology. A Historical Reader. Malden, Oxford, Calton: Blackwell Publishing. Hal 1-86

Please follow and like us:

Leave a Reply