FLASHBACK # Hadiah Untuk Sebuah Ketulusan, Iphone 6 dari AQUA.

  • 0

FLASHBACK # Hadiah Untuk Sebuah Ketulusan, Iphone 6 dari AQUA.

05INTRO: Cerita Masa Lalu, sayang jika dipendam sendiri.

Bertajuk temukan Indonesiamu, Aqua mengadakan lomba memainkan permainan tradisional seperti congklak, catur jawa, gasing, dan egrang pada peserta yang mendaftar. Hadiahnya tiga Iphone 6 dan tiga Go Pro Hero 4 untuk total enam orang beruntung. Acara diadakan di Kalimalang, Grand Indonesia, dan Bintaro sektor VII selama tiga minggu berurutan. Minggu pertama, saya sudah mendaftar di Kalimalang. Permainan pertama yang saya mainkan adalah congklak, sebuah permainan yang sudah saya mainkan ketika kecil dulu. Beruntung, saya mendapat lawan yang ternyata kebanyakan tidak hadir di lokasi. Akibatnya saya menang bye dengan mudah hingga sampai semifinal. Jika menang dan masuk final, saya berkesempatan menjadi pemenang dari congklak dan akan menghadapi pemenang lain dari permainan egrang, catur jawa, dan gasing. Tak seperti dongeng yang selalu indah diakhir, saya kalah. Saya hanya bisa menang hingga semifinal, dengan bye pula. Meski kalah, saya tetap mengikuti rangkaian acara hingga akhir dan didapatkan pemenang dari tiap kategori. Pemenang dari empat kategori akan berhadapan dan bersaing masuk ke final. Jika masuk 4 besar (masing-masing juara kategori) dan berhasil menang, maka dipastikan satu hadiah sudah berada di tangan. Pemenang dari congklak bertemu pemenang dari egrang. Keduanya akan bertanding di kategori yang tidak dimainkan salah satu kategori dari keduanya, yakni gasing dan catur jawa. Sedangkan pemenang catur jawa dan gasing bertemu dan akan memainkan egrang atau congklak. Setelah menang, barulah final ditentukan dengan permainan paling sulit, yakni egrang. Saya terus mengamati permainan, pola, dan system pertandingan untuk bekal di minggu depan atau minggu depannya lagi. Satu hal yang masih melekat kuat saat itu adalah semangat dan motivasi. Saya pulang dengan tangan kosong, tapi tidak untuk minggu depan.

JpegKetika di Grand Indonesia, saya hadir lebih awal. Saya mencoba seluruh permainan dan memperhatikan pola agar bisa menang. Ternyata permainan congklak adalah yang paling potensial karena memiliki pola agar menang mudah. Saya berharap agar kembali bertanding pada kategori itu. Sebelum bertanding, saya bernandzar “jika saya menang, uangnya akan saya pakai untuk bayar kuliah sendiri, tuhan!” Dengan campur tangan tuhan kembali, seperti semuanya sudah diatur, saya mendapat undian untuk bertanding pada kategori congklak, bedanya kali ini peserta lebih banyak dan tak ada yang tidak hadir. Pola permainan congklak sudah saya tebak. Ada celah yang bisa dimainkan, akan tetapi harus beruntung. Yakni menjadi orang kedua yang menjalankan permainan agar tahu pergerakan lawan. Tiap lubang congklak ada celahnya. Jika lawan memulai dari lubang satu, maka saya harus memulai dari lubang dua, dan seterusnya. Itu adalah pola yang saya pelajari dari minggu lalu hingga saat ini. Kemungkinan itu tentu sangat kecil. Jika saya mendapat giliran untuk jalan pertama, bagaimana? Ya disinilah kecerdikan dibutuhkan. Ketika suit, saya meminta “yang menang yang menentukan siapa yang jalan duluan”. Hal ini karena saya bisanya menang jika suit, wkwkw sombong, tapi serius. Akhirnya hingga final, dengan kuasa tuhan lagi saya bisa menang dengan mudah. Menjadi pemenang kategori congklak.

JpegKini, saya menunggu pemenang kategori egrang, gasing, dan catur jawa untuk diundi dan menjadi lawan saya. Satu hal yang saya hindari adalah bertemu lawan bukan dari egrang. Karena jika lawan saya adalah pemenang gasing dan catur jawa, ada kemungkinan babak selanjutnya ditentukan dengan lomba egrang. Sedangkan saya sama sekali tidak bisa bermain egrang tersebut. Kemungkinan untuk bertemu pemenang egrang tentu hanya 1/3, sehingga kemungkinan saya bermain egrang di semifinal adalah 2/3. Tapi, please, percaya! Ini kayak di filem-filem banget, terlalu mulus skenarionya, tapi kenyataannya memang begitu, permohonan saya didengar tuhan. saya bertemu pemenang Egrang, sehingga tidak mungkin bermain egrang / congklak. Setelah diundi, kami bertanding gasing. Sebuah permainan yang juga sudah saya pelajari minggu lalu. Sejatinya saya mempelajari keempat kategori lomba, tetapi untuk egrang sangat sulit karena baru pertama kali saya coba.

Runner Up minggu lalu, Berlian tampak hadir. Kami berkenalan di Kalimalang. Saya mendukungnya karena sebelumnya saya dikalahkan oleh Ryan di semifinal, sehingga Berlian bertemu Ryan di Final kategori Congklak. Kini giliran Berlian yang mendukung saya. Ia mengajarkan bermain gasing, kebetulan minggu lalu ia masuk final setelah menang di kategori ini. Tiba tiba ketika permainan hendak dimulai, dua bintang tamu datang. Ada Andovi dan Jovial da lopez (Skinny Indonesia 24 ). Permainan dirubah. Kami harus melawan bintang tamu terlebih dahulu. Saya melawan Andovi, sedangkan lawan pertama melawan Jovial. Tidak ada yang serius ketika itu karena kami mengira ini hanya untuk main-main. Bahkan berlian dan temannya menyoraki saya “ngalah aja nul”. Sempat terfikir untuk mengalah dan lucu-lucuan. Akan tetapi, untung saya tidak menganggap remeh challenge ini karena ternyata, pemenang dari lomba ini akan masuk semi final, yakni lomba gasing tersebut. saya memang menang melawan Andovi, akan tetapi lawan awal saya kalah melawan Jovi, tidak sengaja katanya. Ia mengira ini hanya main-main. Meski melayangkan protes, juri tak menggubris karena sudah diberitahu peraturan baru tersebut. Akhirnya, di final gasing saya melawan Jovi, tidak lebih hebat dari orang yang seharusnya menjadi lawan saya. Akan tetapi karena bercanda, lawan saya malah kalah dari Jovi dan saya yang diuntungkan.. Endingnya? Sudah bisa ditebak. Saya menang mudah melawan Jovi. Saya masuk FINAL! Sebuah hadiah sudah pasti didapat. Jika juara 1 saya mendapat iPhone 6. Jika runner up, dapat Go Pro Hero yang tidak kalah mahal.

01Masalahnya, di Final kami harus bermain Egrang, Wow! Sebuah pertolongan tampak hadir dari tuhan. “Jika tidak jago, setidaknya saya tidak boleh lebih tidak jago dibanding lawan” pikir saya. Kami diberi waktu 30 menit untuk istirahat dan berlatih. Hasilnya, saya mulai bisa berdiri diantara dua bambu itu. Perlahan belajar, mulai dari berdiri, hingga berjalan selangkah demi selangkah. Pihak lawan juga berusaha keras.

Aba-aba pertandingan dimulai telah dibunyikan. Kami diberi pelindung seperti helm dan deker agar tidak cedera. Permainan ini memang mengandalkan fisik dan keseimbangan. Meski tidak pernah bermain ini ketika kecil, berkat latihan yang serius saya akhirnya bisa berjalan. Hitungan ketiga, perlombaan dimulai. Kami bersiap digaris start. Satu… dua…. Tigaaa… saya melaju dengan kencang. Jauh lebih cepat dibanding latihan tadi. Sedangkan lawan malah jatuh di langkah kedua.

Dan pemenangnya adalah… Ihsan… ucap moderator dengan semangat. “selamat mas Ihsan” ucapnya. Saya tidak menyangka. Sebuah hadiah yang tidak didapat dari keberuntungan, apalagi kebetulan. Usaha yang didapat dari kerja keras, keyakinan, dan pertolongan tuhan tentunya. Sebuah proses panjang yang ditempuh. Ketika itu, iphone 6 masih baru launching. saya menjualnya seharga sembilan juta dan kemudian menjalankan nadzar membayar kuliah yang saat itu masih cukup besar

Saya menelepon Ibu, mengabari tentang rezeki yang saya dapat. Ketika itu saya sadar betapa manis bisa mandiri dan bayar biaya kuliah sendiri. Ini adalah hadiah dari Aqua untuk sebuah ketulusan.

____________

Jawab pertanyaan dan menangkan hadiah pulsa untuk 3 orang beruntung yang menjawab pertanyaan dengan benar
Untuk ikutan, klik Ikuti Quiz

Baca Juga : FLASHBACK #Asus Zenfone 5, Bukti Kekuatan Pertemanan

Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer; menyinggung satu, dua atau sekelompok orang; dan menyebarkan kebencian. Tulisan ini murni untuk motivasi, atau setidaknya berbagi cerita yang semoga dapat diambil hikmahnya. Mohon maaf apabila ada yang salah, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan

Please follow and like us:

Leave a Reply