Awas Penipuan Berbasis M-Banking

  • 0

Awas Penipuan Berbasis M-Banking

Ihsanul Afwan-

Beberapa saat lalu saya membaca status salah satu teman facebook saya yang coba ditipu melalui kuis berhadiah. Intinya dia di telepon dan disebut mendapat uang jutaan rupiah dan dimintai nomor rekening untuk proses pentransferan hadiah, tetapi karena sudah merasa ditipu, ia tidak memberikan nomor rekeningnya. Penipuan sekarang telah masuk ke tahap lanjut dan serius, tidak lagi hanya mengirim pesan singkat, para pelaku berani menghubungi calon korbannya via telepon. Sebuah modal yang tidak sedikit tetapi mungkin tak berarti jika dibandingkan dengan keuntungan mereka jika berhasil menjalankan misi nya.

Teman saya diatas membuat pilihan tepat dan tidak bertele-tele seperti yang sepupu saya alami beberapa saat lalu. Sepupu saya telah masuk kedalam fase “ korban” karena ketidak tahuannya akan motif pelaku penipuan. untuk motif penipuan sekarang cukup sederhana tetapi meyakinkan. Pelaku meminta nomor rekening kemudian mendaftarkannya pada sms banking. Lalu bagaimana bisa?

Calon korban di telepon  lalu disebut mendapatkan hadiah dari apa lah, misalkan senilai rp.25 juta dari M-kios pengisian ulang pulsa elektrik. Kemudian dia meminta pelaku memberikan nomor rekening, dengan alasan untuk proses pentransfer hadiah. Bagi orang awam hal ini tidak seperti penipuan karena pelaku juga tidak meminta calon korbannya mentransfer uang atau menyebutkan pin atm nya. Jika telah masuk ke tahap berikutnya, pelaku menyuruh korban ke atm untuk proses registrasi (padahal sebenarnya mendaftarkan sms banking). Lalu mulai memberi instruksi kepada calon korban.

Waktu itu sepupu saya menyuruh agar saya  yang mengikuti prosedur dari si penelepon tadi. Sebenarnya dari awal saya sudah mengatakan pada sepupu sayabahwa hal itu tidak benar, tetapi karena sepupu saya ini masih sangat ngotot dan yakin, akhirnya saya menuruti kemauan dia dan mencoba memberi tahunya nanti. Saya juga berani membantu dia karena uang di rekeningnya juga hanya tersisa 65.000 rupiah.

Saat berkomunikasi, agar meyakinkan , maka pelaku mengatakan “saya kan tidak meminta pin bapak, sekarang coba bapak masukkan atm, kita akan daftarkan dulu rekening bapak ke proses pemenang hadiah” setelah di atm, pelakun akan memberi instruksi seperti masukkan atm, pilih bahasa Indonesia, lalu masukkan pin bapak,  dan seterusnya.

Tetapi saat itu saya memilih bahasa Inggris, alhasil saat mengikuti intruksi dari pelaku, saya dibentak karena saat dia bertanya apa tulisan di layar, saya menjawab dengan bahasa inggris.

“sudah dimasukkan pin atm nya pak?” apa tulisan di layar?

Kemudian saya menjawab “sudah, ya nominal uang dan ada other transactions

Pelaku menjawab lagi “ tidak ada pilihan “transaksi lainnya?

Ada mas, nih other transaction, saya menjawab karena dalam bahasa inggris other transactions artinya transaksi lainnya. Ini saya pakai bahasa inggris.

Kemudian pelaku membentak, jangan bahasa inggris dulu bapak, coba ulangi lagi dan pilih bahasa Indonesia (bodoh emang pelakunya , wkwkwk)

Kemudian dia terus memberi intruksi dan bermuara ke pendaftaran sms banking. Saat memasukkan kode otp, di atm kan ada perintah memasukkan nomor handphone, dia menyuruh saya menginput nomor handphone yang kemudian saya ketahui kalau itu bukan nomor handphone sepupu saya. Saya mengetahui kalau ini proses pendaftaran SMS banking karena telah pernah mengurus pembuatan M- banking saya juga setahun lalu. Setelah selesai mengikuti instruksinya, keluarlah kertas transaksi dan bertuliskan bahwa pendaftaran sms banking telah berhasil. Kemudian saya bertanya tentang nomor hp tadi kepada sepupu saya dan dia mengatakan itu bukan nomor miliknya. Maka jelas ini penipuan. kemudian pelaku mengatakan untuk bersabar dan menunggu beberapa menit.

Jpeg

Saya masih penasaran dan mengikuti alur ceritanya—-wkwkwk

Setelah itu, saya mengatakan kepada sepupu saya bahwa nomor rekeningnya sudah di daftarkan sms banking oleh pelaku dan bisa mengakses apapun dari rekening itu. Sepupu saya masih tidak paham, saya juga tidak mengerti mengapa ia sesulit itu memahami apa yang saya katakan. Bahwa ini jelas-jelas penipuan. tetapi dengan kesabaran, saya mencoba lagi menjelaskan seluk beluk m banking. Barangkali diantara pembaca juga ada yang tidak paham mekanisme penipuan ini. Maka berikut akan saya jelaskan.

M banking adalah singkatan dari mobile banking, yaitu sebuah kemudahan transaksi bank dengan menggunakan sms atau internet banking yang telah di daftarkan terlebih dahulu. Internet banking melalui internet dan diberikan akun serta password oleh pihak bank, serta harus memiliki token (alat kecil berisi chip untuk kombinasi kode saat transaksi) sedangkan sms banking yaitu sms berisi perintah kepada pihak bank untuk memproses transaksi kita seperti cek saldo, transfer, pembayaran, dan lainnya hanya dari nomor yang telah di daftarkan. Dengan nomor yang telah di daftarkan tadi, anda bisa mentransfer uang di rekening anda kemanapun dengan layanan ini. Tetapi saat proses pendaftaran itu, nomor hp yang di input bukanlah milik sepupu saya, melainkan milik pelaku. Artinya walaupun dia tidak mengetahui pin atm kita, tetapi ia telah memiliki akses penuh terhadap rekening hanya dengan hp yang nomornya telah di daftarkan tadi. Namun karena sepupu saya tidak memiliki simpanan yang berarti, pelaku mencoba menelepon kami lagi. Dia meminta kami “menabung” di bank sebesar 5 juta rupiah sebagai saldo pancingan di rekening. Karena uang hadiah tadi akan di transfer dan butuh dana pancingan. Kemudian untuk meyakinkan saya dia bilang “saya kan tidak meminta bapak mentransfer ke saya, tetapi hanya menabung saja. Bagi orang yang sampai alur ini tidak paham, maka ia akan menuruti kemauan pelaku. Padahal jelas jika kita memiliki saldo di rekening, tentu akan segera di transfer oleh pelaku ke rekening miliknya menggunakan sms banking tadi. Karena telah membaca alur ceritanya, saya pun mencoba mempermainkan pelaku dengan berpura-pura akan menabung.

“oke mas, jadi cukup menabung 5 juta ya? Oke saya ke bank dulu, saya mencoba memberi harapan.. wkwkwk

Kemudian saya merekam dua percakapan terakhir saya dengan pelaku. Saya kemudian mengkonfirmasi bahwa saya telah menabung, pelaku tampak sangat senang dan buru-buru menutup telepon,” oke pak terimakasih kami cek, a, o, a kami, oh kami cek dulu ke bendahara, jawabnya dengan gugup karena senang.

Tidak berapa lama setelah itu dia menelepon kembali, tetapi dengan nada sedikit tinggi. “ bapak belum mentransfer? Bapak berbohong? Pelaku bertanya dengan nada kesal. Wkwkwk… nih rekaman percakapan terakhir saya. Karena sudah tidak tahan, saya membuka boroknya. Dia tidak tahu kalau orang yang coba di permainkannya adalah mahasiswa. Wkwkwk

Please follow and like us:

Leave a Reply