Monthly Archives: October 2019

  • 0

Mencari Hidayah di Makkah Al Mukarromah

Category : Uncategorized

Mohon maaf, baru akan update Insha Allah pada Ahad, 27 Oktober 2019 Pukul 20.00 WIB

Please follow and like us:

  • 0

Haruskah Suci Agar Pergi Umrah / Haji?

Category : Uncategorized

Tulisan ini berisi pengalaman pribadi menjalani rangkaian ibadah Umrah, mulai dari pengambilan keputusan ingin ke tanah suci saat nafsu duniawi sedang memuncak, pengalaman ketika proses ibadah di Mekkah dan Medinah, hingga harapan dan perasaan setelah kembali ke tanah air

Sepertinya masih ada yang berfikir bahwa hanya seseorang yang telah ‘suci’ seperti shalatnya lengkap, puasanya taat, dan sedekah hebat yang dapat atau layak menunaikan ibadah Umrah atau Haji. Bagi mereka yang tidak sesuai dengan kriteria di atas, tidak layak mendatangi baitullah. Memang tidak semua orang, tetapi sepertinya ada orang-orang yang dahulu beranggapan seperti ini, termasuk saya. Apabila semua orang berfikir bahwa Umrah atau Haji hanya untuk orang-orang yang suci itu, maka sudah barang pasti tidak akan ada orang yang mau berangkat Umrah atau Haji, karena sungguh manusia tidak ada yang benar-benar suci, yang ada hanyalah beruntung karena aibnya masih ditutupi oleh Allah SWT. Menurut saya, sejatinya orang yang pergi ke tanah suci justru adalah mereka yang sadar bahwa dirinya bergelimang dosa, penuh kemaksiatan, dzalim, merasa hina, tetapi ingin bertaubat dan membersihkan diri. Hal ini diperkuat oleh Hadist[1] yang mengatakan bahwa Umrah atau Haji dapat menghapus dosa, artinya orang yang berangkat itu tidak luput dari dosa. Pun dengan rangkaian Umrah atau Haji, menurut saya penuh dengan hal-hal yang bertujuan untuk membuat sadar betapa kecilnya kita, bahwa kita bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, dan tidak ada yang dapat menolong kita selain amal ibadah nantinya.

Keberangkatan ibadah saya kali ini sangat bermakna. Terjadi dari suatu proses panjang dan pertarungan melawan nafsu dunia serta rasa minder, merasa sebagai orang yang hina dan tidak layak ke tanah suci, tanah haram, tanah yang penuh dengan jejak sejarah perjuangan Rasulullah SAW. Maka dari itu saya ingin sekali berbagi kepada sesama, melalui cerita bagaimana diri yang hina ini berusaha, berupaya mendekatkan diri kepada Nya. selamat membaca :”)

_______

Keinginan Umrah; Tantangan Nafsu dan Keserakahan Dunia
Saya sadar selama ini telah diberikan nikmat dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT berupa uang, waktu yang lapang, kesehatan, kesempatan, keluarga dan teman-teman yang baik. Meskipun sudah tercetuskan sejak 2015 ketika membuat paspor pertama kali[2],  selama periode tahun 2016 hingga 2018 saya terus sibuk mengembangkan usaha, memutar modal, serta membeli barang-barang berharga, tetapi sulit untuk menyisihkan uang untuk ke sana. Niat itu baru kuat ketika salah seorang teman menampar saya melalui obrolan singkat kami ketika saya bercerita bahwa telah berhasil mengunjungi delapan negara di luar Indonesia.

 “Kapan Umrah Nul?” komentarnya. “Nanti lah bareng istri” jawab saya

“Meninggal enggak nunggu punya istri dulu Nul” balasnya lagi yang membuat saya terdiam beberapa detik sebelum kembali ngeles “belum ada panggilan gw”[3], yang dibalasnya dengan kecepatan cahaya “Yakin belum dipanggil? lu aja budek kali”. Sambil tertawa bareng, saya kemudian menyerah debat dan mengatakan “doain aja ya, Insha Allah”.

Meski bercanda, tetapi ujarannya cukup menancap  dan membekas di dada saya, sehingga muncul lah niat kuat untuk umrah. Walau demikian, tetap saja berbagai godaan datang silih berganti. Ketika uang tabungan sudah cukup, saya pergunakan untuk daftar dan membayar biaya kuliah S2, lalu membeli ponsel dan motor yang diidamkan sejak lama, menambah modal usaha, kemudian pergi ke Korea tiba-tiba untuk mencari mitra di sana yang akhirnya menggerus tabungan itu lagi. Nafsu ketika sudah tercapai, selesai sudah. Tidak membekas apa-apa alias biasa saja. Kuliah saya terhenti di tengah jalan[4] , misi mencari mitra di Korea gagal terlaksana dan justru bertemu di Indonesia, dan banyak persoalan lain yang intinya jika niat tidak kuat, akan ada-ada saja pengeluaran yang menghambat. Saya merasa tidak pernah puas. Ingin lagi, lagi, dan lebih lagi. Nafsu manusia memang jika tidak dapat dikendalikan akan seperti karung kosong, diisi pasir namun tidak akan pernah penuh dan puas. Diberi satu gunung akan minta dua gunung, diberi dua akan minta empat, begitu seterusnya.

Kembali pada topik semula, saya amat beryukur karena masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT bahwa saya menyadari banyak hal yang saya lakukan itu salah, tidak baik, dan merupakan perbuatan dosa. Keberangkatan saya ibadah kali ini bukan karena islam saya yang meningkat, tetapi karena nikmat dari Allah berupa kesadaran saya yang masih terpelihara, melalui keluarga dan teman-teman yang gemar saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Maka dari itu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua orang yang amat baik dalam hidup saya. Semoga amal ibadahnya dibalas oleh Allah SWT. Ramadhan 1440 Hijriah atau tahun 2019 ini, saya mencoba memantapkan diri untuk menunjungi tanah suci. Bismillah, kumpulkan uang lagi, daftar, dan Insha Allah berangkat.

Godaan-godaan Sebelum Berangkat Hingga Pesawat Mendarat
Setelah menyetor uang untuk biaya Umrah, masih ada keraguan untuk berangkat, seperti apakah ibadah saya akan diterima oleh Allah SWT? Apakah uang itu tidak sebaiknya saya putarkan lagi untuk usaha terlebih dahulu? Bagaimana nasib pekerjaan yang saya tinggalkan di Indonesia? Hingga kekhawatiran tidak akan mendapatkan teman di perjalanan karena saya berangkat sendiri. Saya bahkan sempat menanyakan pada pihak Travel mekanisme pembatalan tour. Akan tetapi, setelah kembali menguatkan diri dan meluruskan niat, ditambah dengan nasihat orang tua agar memohon kepada Allah SWT agar urusan dunia tidak mengganggu ibadah, perjalanan saya menjadi tenang selama Umrah. 09 Oktober setelah pembekalan di Bandara, pesawat yang kami naiki akhirnya take off pukul 21.00 WIB dan menuju Turkey terlebih dahulu. Perjalanan sekitar 12 jam di udara tidak terasa karena berangkat malam, kemudian dilanjutkan menuju Madinah, sebuah kota yang berjarak sekitar 600 km dari Mekkah.

Ibadah yang Indah di Madinah
Madinah adalah daerah yang menjadi tujuan Hijrah Rasulullah bersama pengikutnya dari Mekkah. Penduduknya ramah dan agama Islam berkembang cukup pesat di sini. Rasulullah membangun Masjid pertama bernama Masjid Quba, yang menurut HR Tirmidzi, ibadah di sini pahalanya setara dengan Umrah. Rasulullah amat cinta dengan Madinah, sehingga mendoakan Madinah agar diberi kedamaian dua kali lebih besar dibanding Makkah. Rasulullah juga wafat di sini, yang makamnya saat ini terletak di dalam masjid Nabawi.

Rombongan kami tiba di Madinah sekitar pukul 04.30 pagi. Imigrasi sudah tampak ramai. Petugas yang terdiri dari lelaki dan perempuan bercadar sibuk melayani orang-orang yang datang dari berbagai belahan dunia, termasuk kami Indonesia. Sesekali mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia “apa kabar”? sini-sini, dan banyak kosakata lain sepertinya cukup mereka kuasai. Menurut saya, Indonesia memang menjadi salah satu pengunjung terbesar bagi Arab Saudi, khususnya Mekkah dan Madinah, sehingga Bahasa Indonesia menjadi tidak terlalu asing bagi mereka. Setelah melewati imigrasi, kami disambut oleh Mutowwif (pemandu/ guide), lalu mengambil bagasi dibantu handler bandara dan menuju Masjid di dekat Bandara untuk Shalat Subuh.

Kami melanjutkan perjalanan dengan Bis menuju Hotel. Sepanjang perjalanan tampak padang pasir di kanan-kiri, namun beberapa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan dan rumput yang hijau. Sambil mengucap kalimat Talbiah “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak”, bis yang kami kendarai melaju dengan kencang.

Kami tiba di Hotel sekitar pukul tujuh, lalu dijadwalkan berkumpul di lobi pukul 10.30 untuk persiapan shalat Jumat di Masjid Nabawi. Akan tetapi saya izin untuk berangkat terlebih dahulu ke Masjid sekitar pukul delapan. Sayang sekali jika waktu di sana terbuang begitu saja di hotel. Maka saya fikir lebih baik perbanyak ibadah di Nabawi. Jarak hotel ke pintu 15 Masjid yang tidak terlalu jauh (hanya sekitar 60 meter), membuat saya bersemangat mengunjungi Masjid yang keutamaannya lebih baik 1.000 kali (kecuali Masjidil Haram) dari Masjid lainnya di bumi ini.Hati saya bergetar, “apakah ini mimpi? benarkah saya tiba di sini?” Serambi masjid yang megah dengan payung pelindung teriknya matahari terbuka gagah. sambil mengucap hamdalah, kaki saya terus melangkah menyusuri Masjid Nabawi yang luas, berusaha mencari di mana shaf pertama, berharap bisa mendengar Khutbah sambil bisa melihat Khatib. Sekitar tiga puluh menit mencari, saya tidak juga berhasil menemukan ujung shaf. Kemudian sambil browsing di Internet, saya melewati sebuah tempat yang sepertinya Mimbar Masjid, dengan orang-orang yang sudah memenuhi tempat itu. Masha Allah! ini Raudhah![5]  Bagaimana cara ke sana? Pertanyaan itu belum terjawab, saya sudah terkagum lagi ketika melihat antrian panjang orang-orang yang melewati sebuah area….makam Rasulullah! Allahu Akbar, ternyata saya tiba di dekat Makam kekasih Allah. Saya segera membaca shalawat, berdoa dan memuja- muji Rasulullah SAW. IDK, tapi secepat kilat bayangan perjuangan beliau mengangkat derajat manusia, menyebarkan agama Islam yang mulia melintas di fikiran saya. Betapa haru hingga saya harus mengelap air mata beberapa kali. Bagi sebagian orang, menangis di sini dianggap berlebihan dan dikhawatirkan sirik. Maka dianjurkan untuk mengucap salam, shalawat, dan berdoa sewajarnya saja. Akan tetapi jika menangis karena haru, bahagia, dan merasa berdosa atau bersalah kepada Allah, menurut saya bukan suatu hal yang salah. Apabila mengingat betapa hina nya kita di hadapan Allah, sepertinya hanya orang-orang yang ‘kuat’ yang dapat menyembunyikan tangisnya. Disebelahnya, terdapat makam sahabat Abu Bakar As Siddiq dan Umar Bin Khatab. Proses melewati makam ini hanya beberapa menit karena antrean yang panjang dan berdesak-desakan sehingga dibatasi oleh petugas.

Kurang puas, saya kemudian mengantre kembali melalui pintu masuk 1, kemudian berjalan hingga ke luar lagi selama tiga kali. Setelah itu saya mencari tempat duduk untuk bersiap-siap shalat Jumat. Ibadah di sini terasa khusu’, jauh dari fikiran duniawi. Muncul berbagai penyesalan atas dosa-dosa yang dilakukan. Diri seketika terasa hina dan berasa akan mati segera. Saya duduk di sebelah Raudhah karena tempat itu telah penuh. Adzan berkumandang dan saya dapat melihat Muadzin, Khatib, dan Imam secara langsung. Sayangnya, sekitar satu jam sebelum di mulai, saya ingin buang air kecil. Akan tetapi saya terpaksa nahan karena khawatir ketika ke luar, tempat yang saya tinggalkan sudah akan diisi orang lain. Akhirnya dengan mohon keridhaan Allah SWT, saya menahan rasa ingin buang air kecil selama hampir dua jam. Khutbah hanya berlangsung sekitar 15 menit, kemudian iqamat dan shalat Jumat dimulai.

Setelah selesai, saya berdoa sejenak, lalu lari mencari kamar kecil. Sendal tidak ketemu, akhirnya berlari tanpa alas kaki. Panas sekali! Seperti menginjak bara api! Benar-benar panas, ha ha ha. Apa ini adzab dari tuhan untuk saya? Ah intropeksi diri saja, fikir saya dalam hati. Setelah buang air kecil, barulah saya mencari sandal dan masih bertemu. Saya pulang ke hotel untuk makan siang, lalu bersiap-siap kembali ke Nabawi untuk shalat Ashar. Jadi #tips1 buat kamu yang dapat posisi shalat yang baik, buang air kecil dulu ya agar tidak ada yang mengganggu.

Hari itu waktu berlalu indah, mengharukan dan penuh kebahagiaan. Meski Malam dan Subuh, jamaah tidak pernah sepi, selalu seperti Hari Raya

 

Half Day Tour Medinah: Napak Tilas Sejarah Perjuangan Rasulullah

Keesokan harinya setelah sarapan, kami berkunjung ke Masjid Quba seperti yang tadi diceritakan untuk shalat dua rakaat tahiyatul Masjid dan Dhuha.  Setelah itu kami dibawa berbelanja ke pasar kurma, sebuah tempat yang menjual oleh-oleh  kurma di Medinah. Toko di sana menempatkan banyak karyawan orang Indonesia, agar komunikasi antar jemaah lebih lancar dan meningkatkan daya jual. 

Pembayaran bisa dengan SAR (Saudi Arabia Riyal) atau IDR (Indonesia Rupiah). Berbagai jenis kurma terdapat di sana, seperti Kurma Ajwa yang dibanderol dengan harga 100 SAR (sekitar 400.000 Rupiah) tiap 1 kg. Harganya tidak bisa ditawar, karena pedagang hanya karyawan yang bekerja untuk perusahaan.

Setelah puas berbelanja, kami di bawa mengunjungi Jabal Uhud, sebuah gunung yang kelak akan diangkat ke Surga, tempat yang menjadi saksi perjuangan perang Uhud antara Muslimin dan Kaum Quraish yang berakhir dengan kekalahan di pihak Islam akibat keteledoran pasukan meninggalkan posisinya sebelum diperintahkan Nabi. Di tempat ini syuhada sekitar 70 kaum muslim termasuk diantaranya paman Nabi Hamzah bin Abdul Muththalib.

Setelah tour ke tempat-tempat itu, kami kembali ke Hotel dan bersiap-siap untuk Shalat Dzuhur di Masjid Nabawi. Hari cukup panas, dahaga lepas setelah minum Zam-zam yang terdapat di area Masjid Nabawi.  

Ibadah selama tiga hari tidak terasa di sini. Ingin sekali rasanya berlama-lama shalat, memanjatkan doa, dan muhasabah diri di Medinah, kota Suci yang amat Indah, tenang, tentram dan damai. Satu dari dua kota yang tidak akan bisa dimasuki Dajjal kelak. Keesokan harinya sebelum berangkat ke Mekkah ba’da Dzuhur, saya berdoa agar suatu waktu dapat diberi kesempatan untuk kembali ke Kota ini. Perjalanan selanjutnya adalah inti dari ibadah, yakni Mekkah. Kota yang memberi pengalaman tak terlupakan dalam perjalanan spiritual; Umrah.

 

Bersambung:

Mencari Hidayah di Makkah Al Mukarromah

 

_______

Pertanyaan Umum

Umrah atau Haji, sebaiknya mana yang lebih dahulu?

Jika ditanya mana yang lebih penting, tentu Haji adalah yang utama karena merupakan rukun islam ke lima (penyempurna). Akan tetapi melihat kondisi saat ini, di mana butuh waktu hingga 20 tahun setelah daftar baru bisa berangkat (daftar 2020 akan berangkat 2040), maka menurut saya sebaiknya umrah terlebih dahulu. Umrah merupakan Haji kecil, belajar dasar dari haji, dan mendapat ganjaran pahala/ ampunan yang tidak kalah daripada Haji.

Menurut saya, ketika Umrah, minta lah kemudahan kepada Allah agar kemudian diberikan kesempatan Haji. Apabila daftar haji terlebih dahulu, usia belum tentu sampai, akhirnya kunjungan ke tanah suci juga belum tentu segera terwujud. Alasan lain, bagi saya lebih baik putar kembali uang daftar haji untuk usaha daripada ‘menyetor’ uangnya puluhan tahun lebih awal. Keuntungan usaha itu kemudian gunakan untuk umrah dan lainnya ditabung hingga bisa daftar haji plus atau haji regular. Pertimbangan itu lah yang membuat saya akhirnya mantap untuk memilih umrah terlebih dahulu

 

__________

Catatan Kaki

[1] عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ﴿العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anh berkata, “Sesungguhnya Rasûlullâh shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga”.

[2] Masa berlaku paspor adalah lima tahun, dan saya telah meminta untuk ditambahkan nama agar menjadi tiga suku kata pada tahun 2015 sesuai peraturan untuk mendapatkan Visa Umrah yakni harus memiliki tiga suku kata. Jaga-jaga jika ada rejeki dalam lima tahun masa berlaku paspor itu, agar tidak sibuk mengurus penambahan nama lagi nanti. Padahal, saat itu untuk bayar kost  saja tidak sanggup dan baru mulai ingin mencari kerja atau usaha sampingan. Selengkapnya soal ini akan diceritakan di lain waktu

[3] Sebuah kalimat yang menjadi andalan banyak orang, termasuk saya dulu ketika sudah punya cukup uang, kemudian diberi nikmat kesehatan tetapi belum mau menunaikan ibadah ke tanah suci. Saat ini, saya merasa benar bahwa Allah SWT sesungguhnya telah memanggil hambanya, tetapi belum tentu mau didengar dan datang. Panggilan adzan yang jelas-jelas merupakan panggilan untuk shalat saja diabaikan, bagaimana tahu ada panggilan untuk ke tanah suci jika tidak ada kesadaran? Maka dari itu, untuk teman-teman yang sudah membaca tulisan ini, sadarlah bahwa apabila sudah punya cukup uang dan diberi kesehatan, tunaikanlah. Banyak manfaat yang kita dapat seperti memperkuat iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

[4] Saya mengundurkan diri akibat terdapat masalah internal di dua usaha yang saya rintis sehingga harus memilih antara kuliah atau kerja. Soal ini akan diceritakan pada segment yang berbeda

[5] Dahulu merupakan area antara rumah Rasulullah dan Mimbar tempat beliau berkhutbah, disebut juga sebagai taman surga karena setelah hari kiamat akan diangkat ke surga untuk menjadi taman di sana. Saat ini menjadi bagian Masjid Nabawi dan menjadi salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa sehingga selalu dipenuhi jamaah dari seluruh dunia.

Please follow and like us:

  • 2

Bantah Ramalan Berat Badan Bersama Sean Setio Haliman

Category : Uncategorized

Foreword

Silahkan skip foreword berikut jika ingin langsung membaca cerita sesuai topik terbaru
_____
Sejak merantau ke Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada 2007 untuk melanjutkan pendidikan di MTsN Ganting (setingkat SMP) hingga saat ini, saya merasa bersyukur bertemu dengan banyak orang, kawan atau bukan kawan yang secara tidak langsung mengajari saya sebuah proses sosialisasi serta arti kehidupan. Proses sosialisasi justru lebih banyak terjadi di lingkungan saya setelah pindah ke rantau, bukan di rumah atau bersama keluarga. Meski tidak menafikkan bahwa peran orang tua dan saudara tentu tidak dapat disebut kecil, namun pada kenyataannya saya merasakan bahwa ternyata bertumbuh kembang di lingkungan yang baru, tanpa terkena bias pandangan dari orang-orang yang mengenal keluarga saya seperti di kampung halaman, sangat berdampak pada kepribadian saya hingga saat ini. Ketika di rantau, saya bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, tidak ada juga yang tau dan ingin tau sepertinya. Tidak ada teman Sekolah Dasar (SD) di MTsN yang akan membela saat ada pertikaian, menjatuhkan dengan mengungkit-ungkit masa lalu, atau mengolok-olok keluarga seperti yang beberapa teman-teman saya lainnya rasakan. Saya benar-benar berkenalan, membangun relasi, dan interaksi dari nol kembali.
____
Tulisan ini dibuat untuk mengenang, melampiaskan rasa syukur, serta wujud terima kasih kepada Allah SWT dan orang-orang yang ada dalam tulisan ini, karena saya dapat belajar banyak makna dan lika-liku kehidupan itu. Saat masuk SMA setelah lulus MTsN, saya telah berjanji bahwa akan menulis apa yang saya pelajari, rasakan, dan kenang bersama orang-orang terbaik yang pernah saya kenal. Bagi beberapa teman dekat, rencana ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Bulan mei 2019 lalu, keinginan menulis itu hanya sebatas wacana, belum terlaksana walau hanya sepatah kata “pendahuluan”. Ada banyak alasan yang tak perlu saya ungkapkan mengapa saat itu tulisan tidak kunjung dimulai. Terpenting adalah bahwa kali ini saya bertekad ingin menyelesaikan sebuah janji yang telah saya buat dahulu; yaitu berbagi.
Saya berfikir, apabila mati nanti, apa yang dapat saya tinggalkan? Saya ingin dikenang, tetapi saya bukan pejabat, bukan anak orang kaya, bukan ilmuan, bukan pula orang terkenal. Maka dari itu menurut hemat saya, menulis sebuah cerita tentang orang-orang yang berkesan dalam hidup saya bukanlah sesuatu yang berlebihan. Saya tidak memaksa dan akan memaksa kamu atau siapapun juga untuk baca tulisan ini. Jika kamu baca, artinya karena kamu tertarik atau penasaran, bukan karena paksaan. Saya juga tidak mengejar keuntungan, popularitas, dan lain sebagainya. Akan tetapi murni hanya ingin mencurahkan isi hati, fikiran, dan kenangan dalam bentuk tulisan, agar kalau meninggal nanti, ada sebuah karya yang dapat dikenang, minimal oleh orang-orang yang saya kenal dan namanya saya sebutkan dalam cerita-cerita ini.
Untuk semua orang yang saya kenal, terima kasih karena telah memberikan warna dalam hidup saya. Sekali lagi saya katakan bahwa, saya amat bersyukur atas segala yang telah saya lewati hingga saat ini. Banyak sekali kenangan, baik suka ataupun duka yang saya rasakan, yang sepertinya tak dapat saya simpan begitu saja seorang diri. Entah hal ini juga yang membuat saya akhir-akhir ini merindukan banyak teman-teman lama, sekedar bercerita atau bernostalgia. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua, atau minimal bagi orang yang diceritakan dalam tulisan.

Saya akan berusaha menceritakan kenangan bersama teman-teman dengan balutan cerita dan pembelajaran tentang kehidupan, bukan tulisan tentang biografi semata. Urutan dalam cerita ini bukanlah berdasarkan kedekatan atau satu point penilaian lainnya saja, tetapi karena sedang ingin menulis topik yang berkaitan dengan subjek tersebut. Tunggu saja tulisan lainnya, siapa tau kamu yang akan saya tulis berikutnya, Kwkw

_____

 

Sean: Orang yang Berbeda
Semenjak Sekolah Dasar, sejatinya saya sudah beberapa kali mengalami fase naik turun berat badan yang drastis. Kurus ketika balita, lalu gembul ketika SD, kurus lagi di jenjang MTs dan SMA, lalu mencapai puncak gemuk di saat setelah lulus kuliah. Saya sadar bahwa menjadi gendut tidaklah nikmat. Jalan sedikit sudah capai, ngos-ngosan, penyakit berdatangan, dan penampilan tampak lebih tua. 

Akan tetapi sejak tahun 2016 ketika kondisi ekonomi pribadi saya membaik, godaan makanan tak dapat dielakkan. Rencana menurunkan berat badan saya terus gagal, hingga beberapa teman yang mengetahui rencana saya untuk diet sudah menganggap rencana saya hanya sebagai dongeng. Tampaknya tidak ada lagi yang percaya, kecuali satu orang yang selalu menyemangati tiap bercerita tentang ingin kurus kembali, yaitu Sean, cowo kelahiran Jakarta 9 Juni 1998 yang merupakan junior saya di jurusan Antropologi FISIP UI. Meski telah mendengar keinginan saya untuk kurus berkali-kali,  seperti ketika makan bareng di Hanamasa menjelang bulan puasa 2018, hingga makan siang di kantin Fasilkom UI pada penghujung tahun yang sama. ia selalu menjawab “ya pasti lo bisa, iya semoga berhasil”, dibumbui aneka motivasi serta ditaburi kiat-kiat diet yang sehat. Sedikit flashback awal saya kenal Sean: bahwa pada mulanya saya bertanya kepada menti saya tentang apakah ia punya kenalan yang tertarik ikut lomba, lalu kemudian iya merekomendasikan Sean, hingga akhirnya kami sering bekerjasama dalam beberapa proyek dan event kampus.

Sean (Kanan) saat setingkat Sekolah Dasar | 2010

 

Saat itu seperti biasanya, obrolan kami terasa cair dan ke mana-mana, mulai dari soal ekonomi, asmara, pertemanan, dunia kampus, karir dan cita-cita, sampai bahasan tentang berat badan, wkkw. Saya mengatakan bahwa goal saya 2019 adalah menurunkan berat badan dan membentuk otot. Kami terus bertukar informasi, masukan, tips, atau cara-cara agar keinginan saya dapat tercapai hingga saat ini. Menurutnya, dan emang ketika saya lihat foto alay nya di FB (canda Se :v), ternyata jaman SD-SMP dulu ia gembul juga, lalu kemudian perlahan berubah hingga seperti saat sekarang ini. Intinya adalah, lakukanlah diet dengan benar, tidak asal-asalan dan tanpa pengetahuan. 

Membantah Ramalan
Sebuah ramalan online; primb*n.com mengatakan bahwa berdasarkan tanggal lahir, saya adalah orang yang akan memiliki perawakan berisi“, tidak berotot, dan “besar” . Tetapi… meski sebetulnya tidak percaya ramalan, saya sempat ragu karena memang beberapa yang diramalkan terasa tidak salah, seperti kegemaran traveling atau bepergian, apalagi kondisi saya saat itu sedang gendut, pas lah. Ramalan tetap ramalan, jika ramalan diucapkan oleh seseorang, bukan tuhan atau pencipta yang berkata dalam kitab suci-Nya, maka saya rasa sebaiknya tidak boleh memercayainya. Ramalan tentang berat badan sudah terpatahkan saat ini, karena saya sudah 65 kg, hanya kurang 5 kg untuk ideal dan sesuai target. Kini saya akan mencoba membantah bahwa berdasar tanggal lahir, saya bukanlah orang yang berotot, kwkkw. Jika tercapai, saya akan membahas ini lebih lanjut. Sekarang, saya akan berbagi informasi mengenai tips agar diet berhasil.

Diet Dijamin Berhasil dengan Cara Ini:

Saya terus diburu oleh teman-teman yang melihat postingan-postingan saya beberapa waktu belakangan, karena menampilkan perubahan berat badan saya dari yang tadinya 79.8 kg menjadi 65 kg hingga tulisan ini dibuat. Pertama-tama saya mohon maaf belum menjawab pesan-pesan yang masuk. Sejujurnya saya amat khawatir bahwa program turun berat badan kali ini sama seperti diet-diet saya sejak 2016 lalu: gagal. Alih-alih turun, berat badan saya terus naik perlahan. Emang iya, kalau naik atau turun, tidak mungkin langsung plek… 5 kg, 10 kg, tidak begitu. Ada juga naik 500 gram, lalu sekilo, satu setengah kilo, dua kilo, tiga kilo, dan seterusnya hingga kemudian sadar bahwa ternyata bentuk badan sudah berbeda. Jadi bukan tidak mau berbagi tips, tetapi takut tips nya tidak benar, keliru, atau saya sendiri gagal dan akan dianggap omong doang. Oleh karena itu saya berfikir “udeh, buktiin dulu deh lo berhasil” . Saat ini mungkin belum maksimal, karena berat badan saya masih berlebih 5 kg dari target, yaitu 60 kg. Tetapi melihat perubahan yang signifikan sejak bulan Mei 2019 lalu sampai saat ini sudah turun hampir 15 kg, saya merasa terlalu jahat kalau menyimpan info sendiri. Niat ingin kurus sejak tiga tahun lalu sebenarnya bukan karena cuma wacana, tetapi salah info dan kurangnya pengetahuan. Siapa bilang saya tidak berusaha, siapa bilang tidak mencoba, tetapi emang kenyataannya ilmu atau pengetahuan sangat penting dimiliki agar diet tidak salah.

Dalam tulisan ini ada peran dua tokoh, satu lagi adalah coach saya bernama Yuli, tetapi karena Coach Yuli menjelaskan sebuah produk yang saya pakai, sementara dalam tulisan ini saya tidak ingin membahas detail hal itu, karena bukan ngiklan, kwkw. Bahasan mengenai Coach Yuli dan produknya akan dikupas pada tulisan lainnya

Saya melakukan berbagai kegiatan sesuai tips di bawah, berbeda dengan diet saya pada masa lampau yang tanpa pengetahuan yang cukup. Maka jika kamu berniat serius, cobalah beberapa tips berikut ini, yang juga saya rangkum dari Sean dan Coach Yuli.

1. Pahami hal tentang Kalori
Kalori adalah satuan / unit kandungan yang dihasilkan oleh berbagai makanan dalam bentuk energi yang dibutuhkan tubuh. Manusia butuh energi untuk beraktivitas, energi dihasilkan oleh makanan dan minuman. Akan tetapi kelebihan kalori menyebabkan penumpukan lemak, yang biasanya menyebabkan tubuh terlihat lebih gemuk. Saya sendiri sebenarnya berasal dari jurusan IPA ketika SMA, tetapi mungkin karena berbentuk hafalan atau teori tanpa memahami lebih lanjut, ditambah masuk jurusan sohum ketika kuliah, pengetahuan ini menjadi agak kabur. Ternyata, hampir semua makanan yang kita makan mengandung kalori. Silahkan googling untuk tiap jenis makanan, atau jika membeli makanan kemasan, lihat tulisan kandungan kalori di bagian belakang kemasan. Kebutuhan kalori tiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas harian. Pada umunya kebutuhan kalori berdasarkan Angka Kecupuan Gizi (AKG) adalah +- 2.000 an kalori. Angka ini tentu dapat berbeda pada tiap individu. Apabila paham tentang kalori ini, kita akan menjadi tahu dan bisa memilah-milah makanan mana yang baik untuk dikonsumsi
Intinya jika ingin program turun berat badan, sebenarnya sangat simpel, yaitu: konsumsilah makanan atau minuman di bawah batas kebutuhan kalori harian, tetapi jangan terlalu rendah karena akan berdampak buruk kepada kesehatan. Jika ingin naik berat badan, maka cukupi asupan kalori di atas kebutuhan, sangat simpel. Serta apabila ingin mempertahankan, maka cukupilah sesuai kebutuhan. Setelah paham mengenai konsep ini, barulah program diet berikutnya akan terasa mudah.

2. Hindari gula dan makanan berminyak
Gula yang dimaksud di sini termasuk kepada minuman-minuman manis, bersoda, dan yang mengandung gula lainnya, sedangkan makanan berminyak jelas seperti gorengan, sayuran yang menggunakan minyak dan aneka olahan menggunakan minyak lainnya. Bayangkan, mengonsumsi sayuran saja belum tentu sehat, terutama apabila dicampur minyak seperti tumis dan sebagainya. Banyak penjual makanan yang ngakunya juga makanan sehat, belum tentu sehat karena bercampur mayonaise dan berbagai komposisi yang tinggi kalori lainnya. Gula dan minyak mengandung kalori yang cukup tinggi, bisa mencapai 380-an kalori tiap 100 gram! begitu juga makanan berminyak, kamu bisa caritahu sendiri dengan mengetik kata kunci “kalori xxx, contoh: kalori gorengan”, maka akan muncul hasil info kalori.

3. Ganti pola makan
Setelah memahai tentang kalori, saya menjadi sadar bahwa “ternyata ini toh yang buat diet saya selama ini gagal” . Saya hanya sebatas tau, bahwa hindari makanan berminyak, gorengan, minuman manis atau bersoda, nasi putih diganti nasi merah, olahraga, dan lain sebagainya tanpa tahu maksud dan maknanya. Saya tidak bisa menghitung kalori yang telah saya konsumsi, sehingga merasa akan kurus, tetapi ternyata gagal. Saya pernah benar-benar tidak mengonsumsi nasi selama berbulan-bulan, tetapi tetap saja gemuk karena ternyata makanan yang saya konsumsi lainya mengandung kalori yang juga cukup tinggi. Saya makan dimsum, mengira karena dikukus maka baik untuk diet, ternyata salah besar. Kalori dari dimsum juga cukup tinggi, yaitu sekitar 133 kalori per potong, dan biasanya kita mengonsumsi lebih dari dua. Saya biasanya empat hingga lima, bisa dihitung sendiri berapa kalori yang telah masuk.  Saya juga sarapan dengan lontong sayur, bubur ayam, ketoprak, dan makanan lain selain nasi. Tetapi ternyata sarapan ini juga kurang baik. Tetap saja kalori yang terkandung pada tiap porsinya sangat besar.

4. Rajin-rajin berpuasa
Sekali lagi, setelah paham mengenai konsep kalori, kita akan tahu mengapa puasa dapat menurunkan berat badan, karena otomatis jumlah kalori yang masuk juga biasanya relatif lebih rendah. Maka dari itu, rajin-rajinlah berpuasa, tetapi ingat bahwa jika niatnya untuk menurunkan berat badan, pahala urus dengan yang kuasa saja ya! Saya tidak bisa judge tidak akan dapat pahala juga karena saya bukan tukang hitung amalan seseorang 🙂

5. Perbanyak minum air putih
Hal yang juga Sean sering sampaikan adalah banyak minum air putih. Konsep ini diperkuat oleh Coach Yuli dan tenaga medis lainnya, karena mengonsumsi air putih dapat membakar lemak. Tubuh membutuhkan 1 Liter air tiap 25 kg berat badan. Maka apabila berat badanmu 50 kg, maka kebutuhan air adalah 2 Liter. Untuk turun berat badan, maka kalikan dua kebutuhan harian itu (misal 50 kg maka harus minum 4 Liter). Akan tetapi jangan berlebihan juga, karena dapat memengaruhi fungsi ginjal
Coba perhatikan apapun obat dietnya, pasti disuruh minum air putih yang banyak. Saya sadar setelah tahu tentang manfaat air putih ini. Sampai-sampai pernah berfikir, sebetulnya obat diet itu bukan 100% membuat kurus/ menurunkan berat badan, tetapi dibantu oleh aktivitas dan faktor lainnya

6. OIahraga teratur
Sekali lagi, konsep utama diet ini adalah tentang kalori. Berolahraga dapat membakar kalori. Sebagai contoh, berjalan 4 km dalam 40 menit dapat membakar 300 kalori. Bagi orang yang dalam proses menurunkan berat badan, menurut hemat saya seperti yang dikatakan Sean adalah dengan olahraga lari. Ketika tahu hal ini, saya membeli sebuah treadmill. Akan tetapi, walau telah dibeli pada Februari 2019, treadmill saya akhrinya dapat rutin terpakai tiga bulan kemudian, yaitu setelah bulan Mei karena point 7. Pada awalnya saya hanya sanggup berjalan 2 km selama 30-40 menit, lalu intensitas saya tingkatkan hingga saat ini konsisten di jarak tempuh 4 km dalam 30-40 menit. Kamu orang yang ‘tidak ingin buang waktu’? ya sama seperti saya, pada awalnya saya merasa buang-buang waktu untuk treadmill. Akan tetapi saya mencari cara bagaimana agar bisa rutin dan tidak bosan. Saya menonton serial/ drama/ film yang durasinya di atas waktu saya tredmill, sehingga fikiran saya teralihkan pada film yang saya tonton, tanpa berasa sudah membakar kalori cukup banyak. Oia saya sudah tonton Star Wars dari episode 1 sampai episode 8, direkomendasikan oleh Sean juga, lalu ATM Rak Error Season 2 yang terdiri dari 23 episode, drama Korea seperti Phinokio, City Hunter, serta Goblin yang berjilid-jilid juga episodenya, semuanya ditonton ketika sedang treadmill, wkwkw

7. Konsumsi Herbalife
Saya tidak iklan, endorse, atau jualan. Menurut saya, pada dasarnya semua obat/ program diet (yang tersertifikasi dan sesuai standar) sama saja. Mereka akan menyarankan tips-tips yang juga sudah saya jelaskan pada nomor 1-6 seperti minum air yang banyak, tidur yang cukup, jaga pola makan, dan sebagainya. Tetapi dari sekian banyak produk yang saya coba, mulai dari yang berbentuk pil hingga susu, namun akhirnya saya jatuh hati pada Herbalife. Mereka tidak hanya ‘jualan’ produk, tetapi benar-benar membina, menyemangati, memberi motivasi, dan tentu mengawasi agar program kita berhasil. Kita akan otomatis di bina oleh Coach yang sesuai standar perusahaan. Selain itu,  Herbalife memiliki produk-produk yang rendah kalori dan dapat memenuhi asupan nutrisi. Konsep kalori memang mudah diucapkan, tetapi belum tentu dapat terlaksana dengan baik. Pengurangan asupan nutrisi karena mengurangi kalori dapat menyebabkan kecapaian, tidak bersemangat, dan kurang tenaga. Akan tetapi di herbalife, kesulitan menerapkan cara itu akan dapat diatasi. Sebagai contoh produk shake nya saja, hanya mengandung 70 kalori dalam tiap penyajian! Shake ini dikonsumsi sebagai pengganti sarapan. Bayangkan bahwa yang sarapan anda tadinya lontong sayur, ketoprak, atau bahkan nasi Padang dengan jumlah kalori hampir 500-700 an, langsung berubah menjadi hanya 70 kalori. Agar kenyang lebih lama, maka tambahan pisang sangat dianjurkan. Meski ditambah pisang, jumlah kalori yang masuk tetap hanya akan 120-150 an kalori saja, sangat kecil! Saya tidak akan menjelaskan dan jualan produk di sini. Tulisan ini tulus untuk berbagi kepada teman-teman yang juga punya keinginan untuk menurunkan berat badan.

Foto Bekam di Kaki, tampak darah agak berbusa

Andai gemuk itu sehat, maka tidak masalah saya gemuk. Persoalannya adalah, banyak penyakit bersarang pada orang gemuk, karena orang gemuk sudah pasti memiliki lemak berlebih, dan orang yang memiliki lemak berlebih akan mendapati banyak penyakit. Saya telah mengalami ini sendiri. Saya bersyukur karena tersadarkan pasca lebaran kemarin, punggung telapak kaki saya sakit seperti terkilir. Berjalan juga susah karena sakit. Awalnya saya fikir karena kecapekan, atau karena jarang jalan, kemudian saya ke tukang pijit dan tidak juga ada hasil, hingga saya menjalani proses Bekam, mengeluarkan darah kotor yang ada di tubuh, termasuk bagian kaki saya. Menurut therapist nya, kolesterol saya tinggi. Ini dibuktikan dengan darah yang ke luar berbusa-busa. Selain itu, saya juga mudah lelah, tidak berstamina, dan tidak semangat dalam hidup. Akan tetapi, setelah mengonsumsi herbalife ini, saya dapat menemukan semangat hidup saya kembali, termasuk untuk menulis tulisan ini

8. Jangan begadang
Proses detoksifikasi tubuh terjadi pada malam hari kisaran pukul 22.00-05.00, begadang dapat meningkatkan insulin dalam tubuh yang memicu rasa lapar sehingga mengirim sinyal ke otak untuk makan dan otomatis menambah kalori yang masuk ke tubuh. Saya kemudian teringat masa – masa skripsi, di mana memang saya sering sekali begadang dan pada akhirnya mengonsumsi makanan cepat saji dan tinggi kalori.

9. Motivasi diri
Hal terpenting dari seluruh tips di atas adalah, kita harus memiliki motivasi diri. Sebagai contoh, motivasi saya untuk diet adalah karena ingin sehat. Saya sadar bahwa banyak penyakit yang saya derita adalah berhubungan dengan berat badan berlebih. Saya ingin baik-baik saja, ingin berkarya, dan bermanfaat bagi sekitar, maka saya termotivasi untuk sehat dan bugar. Carilah hal yang bisa memotivasi kamu untuk terus semangat menjalani programnya. Jangan menyerah ketika berat badan turun sedikit. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tidak mungkin berat badan turun langsung 5 kg atau 10 kg. Saya meng-abadikan tiap proses perubahan berat badan saya, dari yang hanya turun ratusan gram, kemudian satu kilo, beberapa kilo, hingga total saat ini sudah hampir 15 kg! Saya ingat betul beberapa teman saya meledek “cuma turun 100 gram, itu minum segelas air juga naik lagi”; “Halah cuma turun sekilo, itu karena belum makan siang aja, nanti abis makan juga naik dua kilo” dan masih banyak ucapan-ucapan yang bisa membuat demotivasi lainnya. Jangan hiraukan ucapan-ucapan serupa itu. Anggaplah hanya candaan mereka saja dan tetap fokus pada tujuan kita. Lalu masalah biaya, cobalah untuk berhitung kembali, apakah iya diet itu mahal? Diet untuk sehat mungkin memang mahal, tetapi jatuh sakit jauh lebih mahal (biaya pengobatannya)

Itulah beberapa tips diet dari saya, diolah dari berbagai sumber bacaan dan tips serta informasi dari Sean. Saya bersyukur mengenal Sean, orang yang selalu percaya saya dapat berhasil diet. Mungkin sepele, tetapi ucapan-ucapannya yang selalu positif membuat saya menjadi yakin dan bersemangat. Ramalan tentang perawakan yang berisi dan bertubuh gendut telah saya patahkan, berkat keyakinan dan bantuan Sean, Orang yang pengen nyalon jadi Abang Jakarta Utara setelah lulus kuliah katanya, aamiin, Insha Allah.

Depok, 2  Oktober 2019

_______

Kirimkan komentar atau pertanyaan kamu seputar saya, untuk dibahas pada tulisan berikutnya. Contoh: Kak, lebih enak jaman kuliah atau jaman udah kerja?

Pertanyaan yang baik dan apabila berasa bermanfaat akan saya jawab dan share 🙂

Please follow and like us: