Monthly Archives: September 2016

  • 0

FLASHBACK # Asus Zenfone 5, Bukti Kekuatan Pertemanan

the billionaireINTRO: Cerita Masa Lalu, sayang jika dipendam sendiri.

Siapa bilang gamer tidak menghasilkan uang. Cukup banyak gamer yang menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan uang dari bermain game. Salah satu film yang disutradarai Songyos Sugmakanan di Thailand yang berjudul The Billionaire bahkan menceritakan kisah Top Ittipat, seorang remaja 16 tahun pecandu game yang akhirnya menjadi pengusaha dan sukses di usia 26 tahun berkat usaha Tao Kae Noi, rumput laut fenomenal di berbagai negara menjadikannya berpenghasilan 800 juta Baht tahun 2008. Jika anda menonton film tersebut, anda akan tahu bahwa game itu adalah titik awal keinginan Top untuk berbisnis. Kembali ke topik awal, jadi berawal dari game juga lah saya pernah mendapat hadiah sebuah smarphone Asus Zenfone 5 dari VNG Indonesia.

Ketika game Clash of Clans masih viral tahun 2015 lalu, bermunculan game – game serupa yang menawarkan konsep sama. Salah satunya adalah Chaos Age. Game besutan perusahaan asal Vietnam, VNG Indonesia ini menawarkan tampilan yang hampir mirip dengan Clash of Clans. Tetapi menu dan lain sebagainya berbahasa Indonesia. Launching pada awal 2015, game ini masih belum banyak diminati. Bagi yang sudah main COC, akan sulit untuk berpindah game ke Chaos Age atau game lain yang identik. Akan tetapi, VNG cukup getol melakukan iklan, promo, dan hal-hal lain untuk menarik gamer. Salah satu event yang mereka adakan adalah lomba selfie bagi pengguna game. Lewat akun Facebooknya, VNG menawarkan dua buah smartphone untuk dua pemenang tertinggi dari tiap kategori event. Sadar game ini masih sangat baru, saya ikut berpartisipasi dalam perlombaan. Tiap peserta diminta mengupload foto ke akun Fb dan berlomba mendapatkan jumlah like terbanyak.

Peluang terbuka lebar, saya menyusun strategi. Salah satunya membentuk tim yang bertugas untuk “mengemis” like pada teman-teman yang memiliki akun di FB. Ketika itu saya meminta Fajri Azis sebagai ketua tim pemenangan, #kayakpilkada. Akan tetapi, apa mereka mau? Saya ngasih apa? Ya.. janji.! Saya menjanjikan sejumlah uang jika mereka membantu saya meraih kemenangan. Tidak hanya pada satu orang, tetapi banyak orang. Jika kalah? Ya tetap bayar, tapi bayar dengan keyakinan. “Kalau kalah gimana?” tenang aja, gak bakal kalah kok, jawab saya berulang kali setelah berdebat hal yang sama. Hari demi hari berjalan. Like terus bertambah, tapi masih belum bisa menjadi yang teratas. Satu ketika ada teman jurusan yang menjadi ketua acara suatu himpunan.  Kebetulan ia sedang membutuhkan uang untuk menyelenggarakan event itu. Daripada ngedanus, saya menawarkan kerjasama untuk meminta sekitar 20 orang yang berada di kepanitiaan tersebut agar mengumpulkan masing-masing 20 like saja. 20 x 20 = 400, cukuplah untuk menambah peluang. Akan tetapi setelah mempersentasikan peluang dan keuntungan yang akan didapat, mereka tidak memberikan jawaban.  Penolakan itu tidak membuat saya menyerah. Hal itu justru membuat saya ingin membuktikan, bahwa ini bukan gambling, tapi peluang yang terukur. Seminggu sebelum lomba berakhir, saya berhasil menjadi peringkat satu dengan total 700 an like. Ketika hawa kemenangan sudah datang, tiba – tiba dua hari sebelum lomba ditutup jumlah like lawan saya bertambah drastis. It’s crazy, impossible! Saya bahkan tidak masuk tiga besar! Merasa ada yang aneh, saya melihat likers dari tiap kompetitor. Hasilnya, kebanyakan mereka menggunakan cara curang. Setelah mencari di internet, ternyata ada jasa penjual likes foto di FB. Saya mempelajari pola like dan likersnya. Kemudian dengan emosi yang membuncak, saya menghubungi admin lomba dan menjabarkan bukti kecurangan lawan. Saya memulai tulisan di kertas A4 font TNR Spasi 1.15 dengan jumlah kata yang tak sedikit, kayak makalah UAS aja ya…

033Saya memberi opini berdasarkan fakta seperti screen shoot orang-orang yang menyukai foto dan profilenya, cara membedakan akun asli dan palsu, dan sebagainya. Setelah protes dilayangkan, respon admin VNG cukup baik. Ia menjanjikan penilaian yang seadil-adilnya. Ia juga mengatakan tim juri sudah siap untuk memeriksa jumlah like satu persatu. Gile gak tu? Di akhir jawaban ia mengatakan “tenang kak, kita bisa bedain kok, kita pantau pergerakan like dan periksa likers nya satu-satu, kerjaan yang belum tentu bisa dilakuin event lain” jawabnya dengan sedikit bangga. Wwkwkw

Saatnya pengumuman tiba, dan……. Ini adalah pemenang lomba foto VNG Indonesia

01 PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA SELFIE CHAOS AGEMeski secara jumlah keseluruhan kalah, tetapi jumlah real likers saya lebih banyak, yakni 845 like. Mengalahkan juara 2 dan 3 yang hanya mendapat 660 dan 421 likes. Padahal keduanya memiliki jumlah like keseluruhan hingga 2 ribuan. Tapi yang terverifikasi real ya cuma segitu. Sekali lagi bukti dari prinsip hidup yang saya pegang terbukti, more results will be achieved by those who struggle more. Karena berada di Depok, saya menghubungi admin untuk mengambil hadiah langsung ke kantor VNG di AXA Tower, Kuningan, Jakarta. Selain karena ingin cepat ngambil hadiah, saya juga memiliki agenda khusus kesana, yakni mempresentasikan proposal tawaran kerjasama / sponsorship suatu proker di himpunan.

Kemenangan ini sekaligus menjadi kado ulang tahun saya, 17 maret 2015 lalu. Kado dari teman-teman semua. Tapi satu pelajaran yang bisa dipetik, pertemanan telah membuktikan kekuatan terbaiknya. Tanpa seluruh teman-teman yang membantu, saya tidak akan berhasil meraih kemenangan ini. Salah seorang sahabat sekaligus senior yang baik, orang yang menjadi primadona maba FISIP tahun 2013 lalu, Tirto Prima Putra bahkan menawarkan diri untuk menemani saya mengambil hadiah ke kantor VNG setelah aktif membantu mencari likes untuk foto saya. Walau pada awalnya menolak karena takut menyusahkan, akhirnya saya menerima ajakan Tirto untuk tetap menemani dengan alasan bahwa ia juga sedang mencari gedung untuk lokasi foto komunitasnya (Full Frame-red). Untuk Tirto, terima kasih. Semenjak wisuda Agustus 2016 lalu, kami hanya bertemu sekali, itupun tidak sengaja karena sama-sama menunggu kereta di stasiun UI.  zenfone 5 event chaos age

Baca Juga : FLASHBACK #Kado tahun baru 2014: 1 BUAH SMARTFREN ANDROMAX G

Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer; menyinggung satu, dua atau sekelompok orang; dan menyebarkan kebencian. Tulisan ini murni untuk memberi motivasi, atau setidaknya berbagi cerita yang semoga dapat diambil hikmahnya. Mohon maaf apabila ada yang salah, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan J

____________

Jawab pertanyaan dan menangkan hadiah pulsa untuk 3 orang beruntung yang menjawab pertanyaan dengan benar
Untuk ikutan, klik Ikuti Quiz

Serah terima Hadiah di Kantor VNG Indonesia
Cr : Tirto Prima P

Please follow and like us:

  • 0

FLASHBACK # Hadiah Untuk Sebuah Ketulusan, Iphone 6 dari AQUA.

05INTRO: Cerita Masa Lalu, sayang jika dipendam sendiri.

Bertajuk temukan Indonesiamu, Aqua mengadakan lomba memainkan permainan tradisional seperti congklak, catur jawa, gasing, dan egrang pada peserta yang mendaftar. Hadiahnya tiga Iphone 6 dan tiga Go Pro Hero 4 untuk total enam orang beruntung. Acara diadakan di Kalimalang, Grand Indonesia, dan Bintaro sektor VII selama tiga minggu berurutan. Minggu pertama, saya sudah mendaftar di Kalimalang. Permainan pertama yang saya mainkan adalah congklak, sebuah permainan yang sudah saya mainkan ketika kecil dulu. Beruntung, saya mendapat lawan yang ternyata kebanyakan tidak hadir di lokasi. Akibatnya saya menang bye dengan mudah hingga sampai semifinal. Jika menang dan masuk final, saya berkesempatan menjadi pemenang dari congklak dan akan menghadapi pemenang lain dari permainan egrang, catur jawa, dan gasing. Tak seperti dongeng yang selalu indah diakhir, saya kalah. Saya hanya bisa menang hingga semifinal, dengan bye pula. Meski kalah, saya tetap mengikuti rangkaian acara hingga akhir dan didapatkan pemenang dari tiap kategori. Pemenang dari empat kategori akan berhadapan dan bersaing masuk ke final. Jika masuk 4 besar (masing-masing juara kategori) dan berhasil menang, maka dipastikan satu hadiah sudah berada di tangan. Pemenang dari congklak bertemu pemenang dari egrang. Keduanya akan bertanding di kategori yang tidak dimainkan salah satu kategori dari keduanya, yakni gasing dan catur jawa. Sedangkan pemenang catur jawa dan gasing bertemu dan akan memainkan egrang atau congklak. Setelah menang, barulah final ditentukan dengan permainan paling sulit, yakni egrang. Saya terus mengamati permainan, pola, dan system pertandingan untuk bekal di minggu depan atau minggu depannya lagi. Satu hal yang masih melekat kuat saat itu adalah semangat dan motivasi. Saya pulang dengan tangan kosong, tapi tidak untuk minggu depan.

JpegKetika di Grand Indonesia, saya hadir lebih awal. Saya mencoba seluruh permainan dan memperhatikan pola agar bisa menang. Ternyata permainan congklak adalah yang paling potensial karena memiliki pola agar menang mudah. Saya berharap agar kembali bertanding pada kategori itu. Sebelum bertanding, saya bernandzar “jika saya menang, uangnya akan saya pakai untuk bayar kuliah sendiri, tuhan!” Dengan campur tangan tuhan kembali, seperti semuanya sudah diatur, saya mendapat undian untuk bertanding pada kategori congklak, bedanya kali ini peserta lebih banyak dan tak ada yang tidak hadir. Pola permainan congklak sudah saya tebak. Ada celah yang bisa dimainkan, akan tetapi harus beruntung. Yakni menjadi orang kedua yang menjalankan permainan agar tahu pergerakan lawan. Tiap lubang congklak ada celahnya. Jika lawan memulai dari lubang satu, maka saya harus memulai dari lubang dua, dan seterusnya. Itu adalah pola yang saya pelajari dari minggu lalu hingga saat ini. Kemungkinan itu tentu sangat kecil. Jika saya mendapat giliran untuk jalan pertama, bagaimana? Ya disinilah kecerdikan dibutuhkan. Ketika suit, saya meminta “yang menang yang menentukan siapa yang jalan duluan”. Hal ini karena saya bisanya menang jika suit, wkwkw sombong, tapi serius. Akhirnya hingga final, dengan kuasa tuhan lagi saya bisa menang dengan mudah. Menjadi pemenang kategori congklak.

JpegKini, saya menunggu pemenang kategori egrang, gasing, dan catur jawa untuk diundi dan menjadi lawan saya. Satu hal yang saya hindari adalah bertemu lawan bukan dari egrang. Karena jika lawan saya adalah pemenang gasing dan catur jawa, ada kemungkinan babak selanjutnya ditentukan dengan lomba egrang. Sedangkan saya sama sekali tidak bisa bermain egrang tersebut. Kemungkinan untuk bertemu pemenang egrang tentu hanya 1/3, sehingga kemungkinan saya bermain egrang di semifinal adalah 2/3. Tapi, please, percaya! Ini kayak di filem-filem banget, terlalu mulus skenarionya, tapi kenyataannya memang begitu, permohonan saya didengar tuhan. saya bertemu pemenang Egrang, sehingga tidak mungkin bermain egrang / congklak. Setelah diundi, kami bertanding gasing. Sebuah permainan yang juga sudah saya pelajari minggu lalu. Sejatinya saya mempelajari keempat kategori lomba, tetapi untuk egrang sangat sulit karena baru pertama kali saya coba.

Runner Up minggu lalu, Berlian tampak hadir. Kami berkenalan di Kalimalang. Saya mendukungnya karena sebelumnya saya dikalahkan oleh Ryan di semifinal, sehingga Berlian bertemu Ryan di Final kategori Congklak. Kini giliran Berlian yang mendukung saya. Ia mengajarkan bermain gasing, kebetulan minggu lalu ia masuk final setelah menang di kategori ini. Tiba tiba ketika permainan hendak dimulai, dua bintang tamu datang. Ada Andovi dan Jovial da lopez (Skinny Indonesia 24 ). Permainan dirubah. Kami harus melawan bintang tamu terlebih dahulu. Saya melawan Andovi, sedangkan lawan pertama melawan Jovial. Tidak ada yang serius ketika itu karena kami mengira ini hanya untuk main-main. Bahkan berlian dan temannya menyoraki saya “ngalah aja nul”. Sempat terfikir untuk mengalah dan lucu-lucuan. Akan tetapi, untung saya tidak menganggap remeh challenge ini karena ternyata, pemenang dari lomba ini akan masuk semi final, yakni lomba gasing tersebut. saya memang menang melawan Andovi, akan tetapi lawan awal saya kalah melawan Jovi, tidak sengaja katanya. Ia mengira ini hanya main-main. Meski melayangkan protes, juri tak menggubris karena sudah diberitahu peraturan baru tersebut. Akhirnya, di final gasing saya melawan Jovi, tidak lebih hebat dari orang yang seharusnya menjadi lawan saya. Akan tetapi karena bercanda, lawan saya malah kalah dari Jovi dan saya yang diuntungkan.. Endingnya? Sudah bisa ditebak. Saya menang mudah melawan Jovi. Saya masuk FINAL! Sebuah hadiah sudah pasti didapat. Jika juara 1 saya mendapat iPhone 6. Jika runner up, dapat Go Pro Hero yang tidak kalah mahal.

01Masalahnya, di Final kami harus bermain Egrang, Wow! Sebuah pertolongan tampak hadir dari tuhan. “Jika tidak jago, setidaknya saya tidak boleh lebih tidak jago dibanding lawan” pikir saya. Kami diberi waktu 30 menit untuk istirahat dan berlatih. Hasilnya, saya mulai bisa berdiri diantara dua bambu itu. Perlahan belajar, mulai dari berdiri, hingga berjalan selangkah demi selangkah. Pihak lawan juga berusaha keras.

Aba-aba pertandingan dimulai telah dibunyikan. Kami diberi pelindung seperti helm dan deker agar tidak cedera. Permainan ini memang mengandalkan fisik dan keseimbangan. Meski tidak pernah bermain ini ketika kecil, berkat latihan yang serius saya akhirnya bisa berjalan. Hitungan ketiga, perlombaan dimulai. Kami bersiap digaris start. Satu… dua…. Tigaaa… saya melaju dengan kencang. Jauh lebih cepat dibanding latihan tadi. Sedangkan lawan malah jatuh di langkah kedua.

Dan pemenangnya adalah… Ihsan… ucap moderator dengan semangat. “selamat mas Ihsan” ucapnya. Saya tidak menyangka. Sebuah hadiah yang tidak didapat dari keberuntungan, apalagi kebetulan. Usaha yang didapat dari kerja keras, keyakinan, dan pertolongan tuhan tentunya. Sebuah proses panjang yang ditempuh. Ketika itu, iphone 6 masih baru launching. saya menjualnya seharga sembilan juta dan kemudian menjalankan nadzar membayar kuliah yang saat itu masih cukup besar

Saya menelepon Ibu, mengabari tentang rezeki yang saya dapat. Ketika itu saya sadar betapa manis bisa mandiri dan bayar biaya kuliah sendiri. Ini adalah hadiah dari Aqua untuk sebuah ketulusan.

____________

Jawab pertanyaan dan menangkan hadiah pulsa untuk 3 orang beruntung yang menjawab pertanyaan dengan benar
Untuk ikutan, klik Ikuti Quiz

Baca Juga : FLASHBACK #Asus Zenfone 5, Bukti Kekuatan Pertemanan

Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer; menyinggung satu, dua atau sekelompok orang; dan menyebarkan kebencian. Tulisan ini murni untuk motivasi, atau setidaknya berbagi cerita yang semoga dapat diambil hikmahnya. Mohon maaf apabila ada yang salah, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan

Please follow and like us:

  • 0

FLASHBACK #Kado tahun baru 2014: 1 BUAH SMARTFREN ANDROMAX G (28 DESEMBER 2013)

03_Smartfren Andromax GINTRO: Cerita Masa Lalu, sayang jika dipendam sendiri. Tokoh dalam cerita ini adalah saya sendiri, Kalvin, Teguh, Amal, Oji, dan Zaki yang berasal dari daerah yang sama, Sumatera Barat

Sejak menjadi mahasiswa, saya sadar sudah tidak ada lagi tempat bergantung. Meski sudah tidak tinggal dengan orang tua sejak SMP, setidaknya saya masih tinggal dengan saudara ketika dulu merantau ke Padang Panjang. Saat sulit dan dalam keadaan terjepit, masih ada mereka yang akan membantu. Tapi kali ini, nothing. Walau ada sahabat seperti Kalvin, Teguh, Oji, Amal, dan Zaki yang menjadi tempat mengadu, tetap saja rasanya berbeda. Oleh karena itu, saya mulai mencari uang tambahan mengingat biaya hidup di kota tidak murah. Menambah penghasilan adalah solusi lain jika tidak bisa menekan kebutuhan. Akhirnya saya mencari info-info lomba. Mulai dari hadiah uang tunai, smartphone, voucher belanja, hingga pulsa.

Banyak orang yang menjadi inspirasi, salah satunya adalah Alex Chandra, mahasiswa jurusan Sastra Jawa ini ternyata lebih dahulu giat mengikuti perlombaan dan kuis berhadiah. Saya mengenal Alex ketika ikut acara seminar di kampus. Alex mendapat sebuah smartphone. Selain itu ada Teguh yang juga memenangkan hadiah serupa. Sedangkan saya, nyaris dapat. Hanya saja ketika sudah terpilih untuk menjawab pertanyaan berupa tagline smartfren, saya malah salah mengucapkan. Saya mengucapkan life smart (baca : laef smart) padahal seharusnya live smart (baca : lif smart).

Meski gagal, saya terus berusaha. Ketika iseng buka twitter, saya melihat timeline penuh dengan ciutan Teguh yang ikutan kuis dari Smartfren. Ternyata provider yang berada di jalur CDMA itu sedang gencar melakukan promosi. Tak ingin ketinggalan, saya mengikuti kuis yang sama. Smartfren dalam satu bulan tersebut memiliki banyak program bagi-bagi smartphone. Diantaranya Follow Kwik, maskot Smartfren yang akan datang ke tempat-tempat yang ditentukan, kemudian peserta berfoto bareng Kwik dan mengunggahnya ke Twitter. Pada jam yang ditentukan, peserta berlomba menjadi dua orang pertama yang paling cepat mengunggah foto tersebut.

Dari tiga kali kesempatan mengikuti Follow Kwik, saya gagal. Pertama, telat datang ke lokasi acara. Kedua, kalah cepat ketika di ITC Kuningan. Sedangkan yang ketiga di FX Sudirman, acaranya tidak dibuka untuk umum, padahal saya sudah jauh-jauh datang ke lokasi. Setelah pulang, saya bertemu Kalvin di kantin asrama. “Gimana Nul, dapet gak?” Tanya Kalvin. Dengan spontan saya jawab “Besok” sambil tersenyum. Besok yang saya maksud adalah puncak acara smartfren di Mall Kokas, bagi-bagi 100 Andromax G Gratis.

28 Desember adalah harapan terakhir untuk dapat hadiah. Kurang dari pukul 09.00 WIB, saya sudah berada di tempat. Antrian sudah mengular. Ada yang sengaja datang untuk mengikuti lomba, ada juga yang kebetulan sedang berada di lokasi dan ikutan. Kebanyakan yang sengaja datang berasal dari berbagai daerah di jabodetabek. Satu persatu hadiah “keluar”. Banyak jenis cara untuk mencari orang yang beruntung mendapat smartphone tersebut. Ada yang disuruh menyanyi, menari, dan berbagai hal-hal yang sebenarnya menuntut agar tak tau malu.

Hingga sore, ada satu kesempatan yang tidak menantang ketidak maluan peserta, pantun. Sayangnya yang angkat tangan banyak sekali, termasuk saya. Berada di pinggir keramaian membuat saya tak dilirik pembawa acara. Peserta yang berada di depan menjadi orang yang diberi kesempatan terlebih dahulu. Sayangnya gagal semua. Satu, dua, hingga tiga orang yang diberi kesempatan tidak ada yang berhasil. Ada yang lariknya tidak tepat, kelamaan mikir, hingga tak ada esensi pantun. Atas kuasa tuhan, pemenang sudah ditentukan. Akhirnya pembawa acara yang memilih peserta berjalan ketengah, kemudian perlahan ke pinggir. Endingnya ketebak lah ya, saya yang dari awal angkat tangan akhirnya terpilih juga. Wow! Tapi ini baru diberi kesempatan. Saya tentu harus memberi pantun yang cocok. Beruntung yang dipilih adalah juara puisi dua tahun berturut-turut di SMA, kwkw sombong.

“Ya, coba Anda!” ujar pembawa acara, saya terpilih.

Tak berfikir banyak, saya mengeluarkan pantun yang diminta, hingga kini pantun itu masih saya ingat dengan baik. Begini bunyinya;

Jalan – jalan ke Kota Jakarta,

Pasti ketemu orang keren

Jalan Jalan ke Kota Casablanca

Pasti dapet HP Smartfren

 

Cucok, larik AB-AB, serta memenuhi syarat terdiri dari sampiran dan isi, eaaa…

Oke, silahkan maju!” seru pembawa acara dengan semangat. Eits, tapi perjuangan masih panjang. Setelah memilih lima orang nominasi, ternyata kami harus bertanding lagi. Kami harus memainkan game baru dari smartfren, sejenis guitar hero di Play Station. menekan tombol virtual warna warni yang berjalan mengikuti irama musik, tahu lah ya? Tapi untungnya lagi, antara lawan yang emang gak bisa main, atau memang saya yang udah biasa main guitar hero di Play Station, #sombonglagi. Tapi ada trik yang saya mainkan. Ketika disuruh antri untuk bergantian memainkan game tersebut, saya memilih paling belakang. Tujuannya agar menjadi orang terakhir yang memainkan game dan bisa tahu skor lawan agar ada patokan dan target yang bisa dikejar. Saya melihat lawan bermain. Rata-rata tidak terlalu jago. Skor mereka minus semua. Ada yang -5000, -9000, -14.000, hingga minus 80.000. Sedangkan saya, secara mengejutkan mendapat +7.000 an point. Akan tetapi ada insiden kecil ketika juri mengumumkan pemenangnya adalah yang -80.000, Angka paling tinggi, tetapi juri tidak melihat minus nya (-). Saya yang mendengar pengumuman langsung protes. Kemudian saya menjelaskan bahwa 17.000 lebih tinggi dari -80.000. Kemudian juri mengklarifikasi pemenang, seraya meminta maaf karena mengaku tidak melihat symbol (-) minus tersebut.

Seperti drama, setelah mengklarifikasi bahwa pemenangnya adalah saya, panitia memberi kejutan. “Tenang saja, semua dapat hadiah kok”, ujar pembawa acara. Ternyata kelima peserta yang maju mendapat hadiah semua. Menang atau kalah, kebagian. Mungkin panitia sadar hari sudah sore, sedangkan hadiah masih tersisa banyak. Mungkin juga mereka kasihan kepada peserta lain terutama yang namanya sudah disebutkan pertama kali sebelum saya protes.

Keyakinan yang terus saya pelihara berbuah juga. Sebuah kemenangan manis yang diberi pada kesempatan terakhir, setelah gagal berulang kali, kado tahun baru 2014.

 Baca Juga : FLASHBACK #Hadiah Untuk Sebuah Ketulusan, Iphone 6 dari AQUA.

Note :

Tulisan ini tidak bermaksud untuk pamer; menyinggung satu, dua atau sekelompok orang; dan menyebarkan kebencian. Tulisan ini murni untuk memberi motivasi, atau setidaknya berbagi cerita yang semoga dapat diambil hikmahnya. Mohon maaf apabila ada yang salah, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan

Jawab pertanyaan disini dan dapatkan hadiah pulsa 10 K untuk 3 orang yang beruntung

Please follow and like us: