Monthly Archives: July 2016

  • 16

Berhenti Menyebut “Padang”!

Category : Uncategorized

01
Tahun ajaran baru dimulai! Wajah-wajah baru bermunculan di lingkungan kampus. Ada yang lucu, imut, cantik, polos, hingga boros. Ada satu hal yang akan terus terjadi pada mahasiswa baru; ditanya “berasal dari (daerah) mana”. Tiga tahun kuliah di UI setidaknya membuka mata saya bahwa ada satu kesalahan besar yang selalu terjadi turun temurun hingga sekarang bagi mahasiswa yang berasal dari Sumatera Barat di kampus UI maupun kampus lain yang berada di luar Sumatera pada umumnya.

Mahasiswa yang berasal dari Sumatera Barat akan mengidentifikasikan dirinya sebagai orang “Padang”. Tampaknya ibukota Sumatera Barat ini terlalu populer sehingga tidak bisa menyebutkan daerah lain. Mahasiswa yang berasal dari Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar, Sawahlunto, Solok, dan banyak kabupaten/ kota lain di Sumatera Barat pada umumnya menyebut dirinya sebagai orang Padang. Padahal jawaban tersebut sangat salah, kasarnya; Bohong! Padang hanyalah ibu kota provinsi Sumatera Barat. Sedangkan provinsi ini memiliki belasan kabupaten dan kota yang sama sekali berbeda secara geografis. Bagaimana bisa ibukota disamakan dengan provinsi? Sama saja seperti anda keluar negeri, lalu ngaku dari Bali ketika ditanya, padahal aslinya dari Medan. Tetapi karena maksudnya sama-sama Indonesia, dan Bali lebih dikenal lantas menyebut diri dari Bali. Tapi tetap saja salah kan?

Kesalahan ini sudah terjadi sejak lama dan tidak akan berakhir jika masih banyak orang Minang menyebut dirinya sebagai orang Padang. Kita selalu melihat segala hal tentang“Padang”, mulai dari Nasi Padang, sate Padang, oleh-oleh khas Padang, dan sebagainya. Lucunya lagi ada tulisan “Warung Nasi Payakumbuh,  asli masakan Padang”, ada juga berita di TV yang dengan gagah menulis lokasi yang salah, seperti ” Kota Solok, Padang” dua daerah yang sama sekali berbeda. Hal ini terjadi karena orang Minang sendiri juga membuat kesalahan tersebut. Coba saja anda datangi warung nasi Padang, tanya asalnya. Saya bisa jamin tidak semuanya asli dari Padang, melainkan Pariaman, Bukittinggi, dan lain-lain.

Jika maksud dari “orang Padang” ini adalah Minangkabau, salah satu suku bangsa di Indonesia, maka hal itu juga tidak bisa dibenarkan. Padang adalah suatu daerah yang memiliki batasan administratif, bersifat tetap, dan kaku (tidak bisa berpindah), sedangkan Minangkabau adalah sebutan yang melekat pada suatu kelompok/ suku yang mendiami wilayah tertentu, sehingga memungkinkan terjadinya migrasi. Minangkabau juga tidak hanya Sumatera Barat. Selama ini banyak orang berfikir Minangkabau pasti Sumatera Barat, dan Sumatera Barat pasti orang Minang. Hal tersebut keliru, karena secara batasan wilayah, Minangkabau bahkan sudah sampai Pekanbaru, Jambi, hingga Negeri Sembilan di Malaysia (baca batasan wilayah Minangkabau).

“Tapi kan maksudnya sama saja, biar orang paham, lagian orang lebih tau dengan Padang”

Jawaban itu muncul dari salah seorang teman saya dari Batusangkar yang mengaku orang Padang ketika bertemu saya pertama kali. Mungkin anda juga berfikir hal yang sama, bahwa orang lain lebih mengenal Padang. Ya, bagaimana bisa orang lain mengenal daerah selain Padang jika anda terus-terusan menyebut Padang dan tidak berani mengatakan daerah anda sesungguhnya. Saya hanyalah satu dari sedikit anak yang “nyinyir” tidak mau disebut orang Padang. Hal ini karena saya merasa dan memang bukan dari Padang, tetapi Padang Panjang. Menyebut Padang Panjang pun sudah membuat orang lain bingung, “itu daerah mana?” “Oooh Padang”, “tidak saya bukan Padang, tapi Padang Panjang, Sumatera Barat” Jawab saya. “Padang itu kota , kalau bilang saya orang Minang, Iya. Tapi minang, bukan hanya Padang” saya coba menjelaskan lagi. “Ooh, ya- ya- ya” Setelah dijelaskan, dia tanya lagi “ jadi kapan balik dari Minang?” wkwkw… salah lagi! Sulit. Saya sudah menjelaskan perbedaannya diatas ya, coba baca lagi. Bayangkan, Padang Panjang saja yang kata “Padang” nya masih lekat sudah membuat orang lain bingung, apalagi menyebut Bukittinggi, Sijunjung, Batusangkar, Pasaman, Sawahlunto, dan sebagainya. Akan tetapi, sampai kapan kita mau terus berada pada bayang-bayang Padang? Berhentilah menyebut dari “Padang”, jika memang anda bukan berasal dari Kota Padang. Tidakkah anda ingin mengenalkan daerah lain yang tidak kalah hebatnya dengan Padang di Sumatera Barat? Saya yakin, jika semua orang Minang berani menjelaskan daerah asalnya bukan Padang, tidak menutup kemungkinan daerah itu akan dikenal, diketahui, dan disukai lebih dari Padang saat ini. Namun terlepas dari maksud untuk mengenalkan daerah lain dan ingin Minang tidak hanya dianggap sebagai Padang, saya hanya ingin menyampaikan suatu hal, ilmu yang semoga bermanfaat.

Depok, 29 Juli 2016

Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung perasaan satu , dua, atau sekelompok orang/ daerah yang disebutkan pada tulisan. Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi dan diluruskan. Salam,

Ihsanul Afwan, Antropologi Universitas Indonesia 2013

 

 

Saat ini blog ihsanulafwan.com akan update tiap Rabu, Jumat, dan Minggu  antara pukul 20.00 – 23.55 WIB
Isinya gak penting sih, cuma coretan-coretan pesan kesan, saran, masukan, opini, dan curhatan gak jelas. Kalau mau mampir, silahkan
🙂

Please follow and like us: