Monthly Archives: May 2016

  • 0

Mengapa harus mencoba menjadi “backpacker”?

By: Ihsanul Afwan, Antropologi UI 2013

Backpacker selama ini identik dengan “biaya murah” bepergian keluar kota atau negeri. Tetapi, terlepas dari konotasi yang bagi sebagian orang negative itu, ada hal lain yang harus kamu tahu tentang backpacker. Backpacker tidaklah semata-mata untuk mendapat biaya murah dalam bepergian. Jauh dari hal tersebut, menjadi backpacker mengajarkan kita banyak hal, salah satunya “pengalaman”. Pengalaman tidak akan didapat jika traveling ala turis menggunakan jasa travel. Kebanyakan travel menawarkan service yang “memanjakan” peserta nya. Mulai dari antar jemput bandara, menggunakan bus sewaan, dan segala hal instan yang tinggal kamu rasakan.

Umumnya agen travel menawarkan objek wisata yang glamour, mudah dijangkau, dan cenderung membawa peserta pada objek yang memang sudah menjadi tujuan turis. Padahal banyak destinasi lain yang layak dikunjungi karena memberi suasana berbeda. Menjadi backpacker membuat kamu bebas berinteraksi dengan native people, menggunakan transportasi setempat, tawar menawar dengan pedagang lokal dan lain sebagainya. Berdesakan di dalam transportasi umum seperti bus memberikan sensasi sendiri, ketinggalan kereta karena terlambat beberapa menit mengajarkan untuk menghargai waktu, susah payah mencari makanan halal untuk menjaga iman, berkenalan dengan teman baru dari berbagai negara karena berada pada penginapan yang sama, dan banyak pengalaman lain akan datang sendiri jika bepergian menjadi backpacker.IMG_2213

Setelah mengetahui keuntungan menjadi backpacker, mungkin keinginan untuk mengunjungi tempat tempat eksotis ala backpacker sudah ada, tetapi terbentur masalah bahasa dan pengalaman yang masih kurang. Harus diakui, bagi yang belum pernah berkunjung ke tempat tersebut memang akan sedikit berat. Selalu terdapat kemungkinan kena tipu, tersasar, dicopet, dan banyak masalah lain. Belum lagi harus mengurus pembelian tiket pesawat, hotel, dan transportasi sendiri. Tidak semua orang memiliki waktu untuk hal tersebut sehingga membuat banyak orang mengurungkan niatnya dan memilih menggunakan jasa travel yang mahal.

Berangkat dari masalah itu, saya dan kedua teman saya Faris dan Facil dari jurusan Kriminologi UI yang juga merupakan backpacker ingin membantu mewujudkan dan memberi pengalaman mengesankan kepada banyak orang yang ingin berlibur ke luar negeri. Kami mendirikan Travelia Indonesia, sebuah agen perjalanan yang memadukan konsep backpacker dan tour ala travel. Peserta akan dibawa berlibur ke tempat- tempat “seksi” yang sejatinya hanya bisa didapat jika berlibur tanpa tour travel, tanpa harus ribet mengurus tiket dan itinerary; serta takut menghadapi kendala bahasa dan pemandu wisata yang tidak di dapat jika menjadi backpacker. Singkatnya, hal positif dari backpacker (pengalaman) dipadukan dengan hal positif dari tour travel (pelayanan).

Travelia membuat anda dapat berlibur dengan biaya hemat, tetapi tetap dengan pelayanan yang hebat, sebuah hal yang tidak akan didapat jika menjadi backpacker maupun berlibur dengan agen travel lain. Karena travelia, adalah backpacker’s tour partner.

Tertartik untuk mengikuti paket wisata travelia? Hubungi kontak berikut untuk info lanjut :

 

Phone Number           :+6281388648176 (Faris) / +6285314320666 (Sanul)
Email                           :travelia.iagroup@gmail.com
Line                             : @xfb8797p
WA                              : +6281388648176 /+6285314320666
Instagram                  : @Travelia_ID
Twitter                       : @Travelia_ID
Website                      : travelia-id.com

Please follow and like us:

  • 0

FlashBack #Lulus SNMPTN 2013 Sastra Rusia UI

Sedikit telat, tapi masih dalam hari yang sama. Hari ini pengumuman kelulusan SNMPTN 2016 ( Jalur Undangan ) diumumkan. Jadwal awal yang harusnya diumumkan 10 Mei ini dipercepat sehari menjadi 9 Mei. Ada perbedaan tahun ini dibanding tahun lalu dan dua tahun sebelumnya, yakni pendaftaran undangan tak lagi dirasakan semua siswa (kembali seperti format 2012 berdasar akreditasi sekolah).

28 Mei 2013, atau sekitar tiga tahun lalu saya juga mengalami nasib yang sama, deg-degan menunggu hasil undangan. Ketika itu saya melamar Biologi UI pilihan pertama, kemudian Ilmu Kedokteran UNAND pilihan kedua, dan Sastra Rusia UI pilihan tiga.

Hari itu semua siswa SMA bersiap menunggu detik-detik pengumuman. Sebagian besar yang ikut bimbel di Kota Padang meliburkan diri termasuk saya[1]. Masih jelas waktu itu pengumuman pukul lima. Saya sudah menunggu di warnet kesayangan di kota Padang Panjang sejak siang. Sembari menunggu, saya bermain Point Blank[2]. Waktu memang terasa lambat, bahkan untuk maniak game seperti saya. Pukul empat saya menyudahi game, menuju rumah yang berjarak beberapa meter dari warnet untuk shalat ashar (tiba-tiba alim, wkwkw). PC yang paketannya masih tersisa dua jam saya titipkan ke salah seorang anak yang dari tadi antre menunggu giliran ada PC yang kosong. Mukanya tampak senang, saya berharap itu menjadi “penolong” nanti.

Setelah shalat, saya menelpon orang tua[3]; meminta restu jika diterima atau tidak. Masih tersisa sepuluh menit menjelang pengumuman. Jantung berdegup kencang, tangan mulai dingin, nafas tak beraturan. Situs pengumuman sudah mulai saya coba, tapi gagal. Sepertinya panitia benar-benar disiplin. Huft, HP berdering. BBM yang menjadi chat andalan saat itu berbunyi, ting tong; dan suara PING!!! yang khas. Ada kabar dari teman-teman tentang kelulusan. OMG, sudah bisa.

Saya mengetik nomor peserta perlahan, kemudian memasukkan tanggal lahir. Tulisan yang ditunggu muncul…

Warnanya…. Merah, dengan tegas mengatakan “maaf anda tidak dinyatakan lulus SBMPTN 2013…. Bla bla bla. Tulisan yang sangat menohok. Saya tak percaya. Mencoba berulang kali, tapi hasil tetap sama; tak lulus. Sudahlah, sampai kiamat juga takkan berubah, dan saya tak lulus.

Masih banyak jalan menuju PTN impian, saya menghibur diri. Beberapa teman mulai update status di FB miliknya. Ada yang senang karena diterima, kebanyakan gagal. Saya kemudian mengambil screenshoot teman yang diterima, lalu mengeditnya dan membuat tulisan lulus pilihan tiga, Sastra Rusia. Identik, kemudian saya posting dan membuat orang-orang heboh. Wali kelas saya saat itu bahkan menjadi guru pertama yang mengucapkan selamat, wkwkwk. Gak enak sih, tapi ini cuma hiburan. Akhirnya saya akui itu editan. Beberapa orang tampak tak percaya. Bukan tak percaya saya diterima, tapi tak percaya kalau itu editan seperti klarifikasi saya di kolom komentar. Wkwkwkw

lulus snmptn 2013

screen shoot editan, klik gambar untuk perbesar

Kecewa sih, apalagi kalau berharap banget. Tapi disisi lain saya sadar, masih banyak jalan menuju kampus impian. Ada SBM dan SIMAK, tenanglah. Saya kemudian menyusun jadwal kembali ke Padang; bertemu teman-teman lain yang juga tak lolos jalur undangan. Wkkwwkw

Ihsanul Afwan, Antropologi UI 2013

Pesan: Banyak cara menuju kemenangan, tetap semangat; yakinlah ada hal yang lebih baik menanti di depan. J

[1] Saat itu tempat bimbel masuk PTN baru tersedia di kota Padang dan Bukittinggi.

[2] Salah satu game online favorite saya dulu

[3] Orang tua berada di kabupaten Pasaman Barat, berjarak cukup jauhd dari Padang Panjang.

Please follow and like us: