Monthly Archives: March 2016

  • 0

Tulisan Pertama tahun 2016 “GOAL 2016”

Sebenarnya bukan tulisan pertama juga, tapi lebih tepatnya tulisan pertama yang di publikasi. Masih berangkat dari kegalauan karena merasa tidak tahu tujuan hidup, sepertinya 2016 akan menjadi titik balik pencarian jati diri. Sejak “merantau” untuk masuk SMP tahun 2007 dan jauh dari orang tua, aku terus merasa hampa. Aku tidak tahu passionku, aku tidak tahu apa yang aku cari, apa tujuan hidupku, dan seterusnya. Pertanyaan itu sering muncul tiba-tiba dalam benakku dan cukup mengganggu. Proses pencarian jati diri terus aku lakukan hingga membuat aku mudah terbawa arus. Lingkungan menjadi momok tersendiri dalam pembentukan karakter. Hal itu yang membuat aku kemudian pernah merasakan menjadi siswa yang nakal, bolos sekolah, aktif di organisasi, sempat merasa beraliran “kanan”, kemudian kekirian, menjadi gamers, dan lain sebagainya.

Selain keluarga, aku merasa tidak ada yang lebih berharga di dunia daripada hubungan pertemanan. Teman adalah orang yang secara tidak langsung membentuk karakter. Dengan siapa kita berteman, padanya pula kita belajar. Tak salah jika ada pepatah yang berkata berteman dengan tukang parfum akan membuat kita tertular wanginya. Sejak SMP hingga SMA, aku merasa punya banyak teman. Menjadi gamer adalah hal terbaik yang pernah aku rasakan. Game mempersatukan individu, kelompok, atau golongan tertentu dalam suatu ikatan. Saat SMP aku gemar bermain PlayStation, bersama seorang sahabat bernama Andre, tempat rental PS adalah tempat favorit kami saat itu. Hari jumat sabtu menjadi sangat ditunggu karena hanya sekolah hingga pukul satu. Minggu tak terasa karena seharian di tempat rental PS. Aku tak merasa bersalah, karena memang tempat ini memberikan sensasi luar biasa. Denganya aku mengenal banyak teman se hobi. Aku menjadi kenal anak kompleks sebelah, berteman dengan anak dari sekolah lain, dekat dengan senior, dan sebagainya. Selain itu bermain game memberikan hiburan tersendiri setelah jenuh melakukan rutinitas sehari-hari.

Banyak orang melihat pecandu game sebagai suatu hal yang buruk. Padahal menjadi gamer adalah hal yang menyenangkan. Dalam bermain, imajinasi akan terasah, fantasi akan meningkat, serta mimpi-mimpi indah akan mewarnai hidup. Asal mampu membagi waktu, tak ada yang salah dengan gamer. Menilai sesuatu tak sepantasnya dari satu sudut pandang, karena tak baik selalu menggunakan pandangan subjektif. Masuk ke tahun terakhir di SMP hingga awal SMA, zaman mulai berganti. Perkembangan internet yang cepat membuat tempat rental PS mulai berganti warnet. Anak muda mulai beralih hobi dari bermain offline menjadi online. Dengan bermain online, semua orang dapat terhubung. Keuntungan tak terbatas akan didapat pecinta game seperti aku. Tak perlu menjadi ketua OSIS atau artis agar dikenal junior atau senior, menjadi Leader suatu clan saja cukup membuatku terkenal saat itu. Pointblank yang aku mainkan bersama teman-teman SMP sudah pada level tinggi, hingga pada satu waktu char milikku di banned karena terbukti menggunakan cheat. Sebuah cheat yang aku sendiri tidak inginkan. Cheat untuk menaikkan level secara instan tersebut digunakan salah satu teman kepada char milikku. Alhasil aku dan banyak petinggi clan lain mengalami nasib sama, di banned. Kekecewaan itu segera membuat aku dan banyak teman pensiun dari dunia game.

Aku kemudian mulai aktif di organisasi seperti pengkaderan siswa dan OSIS. Menjadi Perdana Menteri II OSIS bukanlah keinginanku, melainkan dorongan dari teman-teman sejawat. Merasa didorong kuat, akhirnya aku mencalonkan diri. Tak bisa aku lupakan seorang tim suksesku membuat tulisan pada poster kampanye bahwa aku adalah “clan master” suatu game. Kelas tiga siswa diminta fokus UN, tak boleh sibuk di organisasi. Aku kembali menjalani kehidupan baru. Berawal dari anggapan SMA adalah masa paling indah, aku mencoba mencari pacar. Sedikit telat, tapi cinta yang aku dapat saat sudah hampir lulus ini memberikan kenangan tersendiri bagiku, akhirnya aku berpacaran untuk pertama kalinya.

Tahun pertama kuliah, aku tak bahagia meski menjadi satu satunya siswa yang diterima di UI. Justru hal itu membuat aku kehilangan banyak sahabat. Aku kehilangan orang-orang yang mewarnai hidupku saat berseragam putih abu-abu. Di satu sisi, aku merasa “teman bisa di cari”. Disisi lain aku merasa mencari teman tak semudah yang dibayangkan. Dunia kuliah sangat berbeda dengan SMA. Di kampus, kamu bisa temukan orang paling cuek se jagat raya, penjilat, dan orang-orang egois yang hanya akan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Namun banyak juga ditemukan orang-orang baik yang bisa diteladani. Semua tergantung individu, dan aku adalah orang yang mengalami culture shock saat itu. Tahun pertama kuliah berlalu begitu saja. Tak banyak yang aku dapatkan selain kesenangan karena bebas melakukan apapun sebagai mahasiswa kupu-kupu.

Tahun kedua, aku mulai beradaptasi mencoba memahami kerasnya ibukota dan hidup ditengah masyarakat yang beragam. Aku kembali aktif di oganisasi. Tak tanggung-tanggung, empat organisasi sekaligus aku masuki. Mulai dari menjadi wakadiv salah satu divisi di Himpunan, Deputi MIT HIPMI UI, Staff Bisnis dan Proyek KSM EP UI, hingga menjadi penerima manfaat beastudi MUDA PKPU. Keempat organisasi ini cukup menyita banyak waktu, membuat waktu tidur terpotong, beban fikiran bertambah, liburan terganggu, dan sebagainya. Setiap keputusan memberikan dua dampak, positif dan negatif. Selain dampak negatif itu, tentu aku mendapatkan banyak dampak positif. Berkenalan dengan banyak orang dan belajar banyak darinya adalah yang terpenting. Aku belajar bagaimana berorganisasi sebagai bekal di dunia kerja nanti, bekerjasama dalam satu tim, tulus membantu, dan masih banyak lagi.

Tetapi…. Aku masih belum menemukan jati diriku. Semua yang aku lakukan masih terasa tak ada tujuan dan visi yang jelas. Kini aku sudah masuk tahun ke tiga. Sadar akan banyak tawaran akan suatu posisi di organisasi sebelumnya, aku membuat release pernyataan takkan lagi aktif di organisasi. Aku tak ingin timbul salah paham seperti tak ingin melanjutkan organisasi karena alasan pribadi dengan ketua atau masalah personal. Siapapun ketuanya, sahabat atau bukan, aku akan istirahat dari organisasi, jawabku mantap saat ditawari jabatan strategis di suatu organisasi. Hal ini sebagai tindak lanjut keinginanku menikmati masa-masa kuliah yang tersisa hanya tiga semester. Tiga dari empat organisasi sebelumnya telah aku pastikan takkan lagi dilanjutkan meski ditawari jabatan apapun. Saat ini, tersisa satu organisasi yang meminta aku memikirkan dulu tawaran menjadi pengurus inti. Suatu organisasi yang benar-benar membuat aku galau hingga saat ini. Aku telah bertemu sahabat, bertanya dan berkonsultasi dengan mereka hingga meminta nasihat pembimbing akademik dan keluarga. Tapi keputusan ini sangat berat, disatu sisi aku ingin bebas dari semua organisasi dan fokus menikmati masa-masa indah terakhir kuliah, tapi disisi lain aku melihat ada harapan besar dari seorang rekan yang meminta aku mengisi posisi yang ia sebutkan. Hingga tulisan ini diterbitkan, belum ada keputusan pasti apakah aku akan menerima atau menolak tawaran tersebut.

Sepertinya, proses pencarian jati diri masih harus terus aku lakukan. Meski bertemu orang-orang hebat di tahun 2015 seperti beastudiawan MUDA PKPU, kolega di HIPMI, KSM, HM, dan Dimas sebagai sahabat yang membuat aku memiliku visi besar tahun ini, serta Cindy yang masih menjaga komunikasi denganku meski telah lebih dari setahun tak lagi menjadi pacar. Aku bertekad, dengan motivasi itu, aku akan berkarya tahun ini, Insha Allah

Condet, 01 Februari 2016

Please follow and like us:

  • 0

Kandidat Kuat Bakal Calon Ketua Hé-Man UI 2016

Category : Uncategorized

NB ; Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung atau melukai perasaan seseorang atau kelompok tertentu. Just for fun,  mari dukung kebebasan berpendapat dengan komentar yang baik apabila ada sesuatu yang ingin di sampaikan seperti kritik dan saran pada tulisan ini.

——————————————-

Waktu terus berlalu, cerita demi cerita tersaji dalam lika-liku kehidupan yang ditinggalkan. Aneka kenangan seperti suka, cita, duka, tangis dan tawa bersinergi menyusun nada seirama. Masa Maba (mahasiswa baru) telah terlewati, kini kami memasuki tahun ketiga sebagai mahasiswa Antropologi UI angkatan 2013. Seperti tradisi, ketua himpunan akan berpindah ke angkatan kami mahasiswa tahun ke tiga.

Menurut analisis penulis berdasarkan fakta dan data, gosip dari mulut ke kuping, hingga hasil desas-desus yang terus terendus, terdapat 16 dari 50 an orang yang paling potensial dan kemungkinan besar akan maju di bursa pemilihan raya tahunan ini. Dari 16 Orang akan dibagi menjadi empat kategori. Keempat kategori ini adalah ; Kategori Unggulan, Middle, Kuda hitam, dan Hampir tidak mungkin

A. Unggulan

  1. Rifqi Andika Arsyad

Pria kelahiran Wonosobo yang kini menjabat sebagai wakil kepala divisi sosmas Hé-Man ini sebelumnya aktif di BEM FISIP, Paguyuban, dan berbagai kepanitiaan. Pengalaman yang berlimpah tersebut menjadi bekal yang lebih dari cukup untuk meyakinkan masa agar memilihnya pada pemira nanti. Akan tetapi hingga 13 November 2015, saat di konfirmasi, Rifqi menyatakan masih belum ingin maju. Apabila maju, Rifqi dikabarkan didukung berbagai kalangan yang mampu menyalurkan banyak suara kepada pilihannya.

  1. Vhannya Bella Fitrah

Menjabat sebagai bendahara umum II Hé-Man saat ini, Vhannya juga memiliki peluang terbuka untuk menjadi ketua Hé-Man apabila maju pada pemira nanti. Selain itu ia juga memiliki poplaritas yang cukup tinggi dikalangan kerabat karena penampilannya yang menawan.

  1. Gayuh Esti

Tinggal di Bekasi, Gayuh yang menjadi ketua kelas langganan pada banyak mata kuliah, memiliki lingkupan pertemanan yang luas. Hal ini dapat menjadi bekal Gayuh agar terpilih menjadi ketua himpunan. Dari gosip yang beredar, kini gayuh sedang mempertimbangkan permintaan dari orang-orang yang menginginkannya menduduki kursi Hé-Man-1

  1. Armadina Az-Zahra

Kandidat terakir yang berada pada kategori unggulan adalah PO ANFEST 2015 yang baru berjalan beberapa saat lalu. Armadina berpeluang besar menjadi kandidat tunggal pemira Hé-Man tahun ini. Namun apabila bukan calon tunggal, ia akan tetap menjadi calon kuat yang patut dipertimbangkan calon lainnya. Dari beberapa kepanitiaan yang sukses dipegang olehnya, Armadina terlihat mampu menjawab keraguan banyak pihak. Karakternya yang keras dan tidak peduli omongan negatif berbagai pihak menjadi nilai plus untuknya.

B. Middle

  1. Hannie R

Saat ini Hannie berada pada divisi kesenian dan rekreasi Hé-Man,  aktif di berbagai kepanitiaan cukup mampu menarik keinginan hannie untuk bersaing pada pemira nanti.

  1. Ifo Dio D

Dengan keterbatasan jumlah laki-laki Antropologi 2013 yang berbanding terbalik dengan permintaan akan pemimpin laki-laki yang tinggi  diprediksi mampu menjadi jembatan ifo untuk maju pada pemira nanti. Menurut penulis, apabila maju, Ifo dapat menjadi lawan yang cukup kuat dalam perebutan kursi Hé-Man 1

  1. Dania A. Najmi

Dania juga akan menjadi kandidat kuat apabila maju pada pemira bulan desember ini. Akan tetapi santer terdengar kabar bahwa Dania telah memberikan suaranya pada salah satu calon di kategori pertama.

  1. Mauline D. A

Mauline mengawali karir organisasi di ADKESMA BEM FISIP pada 2013 lalu. Dengan pertimbangan kemampuannya dalam menjaga stabilitas akademik dan non akademik, Mauline berpeluang besar menjadi ketua Hé-Man apabila maju pada pemilihan raya 2015 ini.

C. Kuda Hitam

Adalah kategori orang-orang yang tidak bisa diremehkan. Muncul tiba-tiba dan diluar dugaan menjadi ciri khas dari para kuda hitam.

  1. Wiji Astuti

Meski terkenal pendiam, bisa jadi tiba-tiba Wiji maju menjadi kandidat calon ketua Hé-Man tahun 2016. Inisiasi pada 2014 tidak menutup kemungkinan ia kalah dalam persaingan. Suara terbanyak akan diperoleh dari angakatan inisian nya karena wiji populer dikalangan itu.

  1. Indraini Hapsari

Terlihat menjadi bakal calon akademisi tidak menutup kemungkinan Sari tidak mau menjadi calon ketua Hé-Man. Apabila mau, maka Sari dapat menyerap banyak suara karena popularitasnya yang cukup tinggi dan tergolong memiliki image yang baik dikalangan mahasiswa.

  1. Sevilla Putri

Mantan PO Pemira tahun lalu ini juga memiliki kans besar dalam bursa pemira nanti. Apabila calon tunggal muncul, besar kemungkinan sevilla menjadi alternatif lagi bagi mahasiswa yang menginginkan pemimpin yang beragam.

  1. Wahyu Nur Hidayat (OM)

Wahyu a.k.a Om memiliki popularitas, elektabilitas, dan likelibilitas yang tertinggi dibanding bakal calon lain. Saat ini Wahyu menjadi staff divisi Olahraga Hé-Man dan menjadi langganan kepanitiaan pada divisi perlap. Sifatnya yang merakyat dan mau turun ke jalan menjadi daya tarik tersendiri. Apabila maju, maka Wahyu akan menjadi pilihan solutif bagi berbagai pihak.

Hampir tidak mungkin

  1. Ihsanul Afwan

3 November 2015 lalu, Ihsanul Afwan atau yang dikenal sebagai sanuel di dunia game ini telah mengumumkan tidak akan melanjutkan berbagai organisasi yang dijalani saat ini pada tahun mendatang. Alasan utamanya adalah untuk mencari suasana dan tantangan baru karena telah aktif pada berbagai organisasi sejak SMA. Sempat vakum pada tahun kedua di jurusan, sanul “memborong” banyak organisasi saat ini. Berbagai kesibukan di organisasi seperti ADKESMA Hé-Man, HIPMI UI, KSM Eka Prasetya UI, dan Beastudiawan PKPU telah membawa sanul pada titik jenuh dalam berorganisasi. Kabar yang terdengar tahun depan ia akan mengikuti kegiatan diluar kampus yang cukup menyita waktu dan tenaga. Alasan ini cukup kuat untuk mengatakan bahwa sanul sudah dapat dipastikan tidak akan menjadi calon ketua Hé-Man. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan dan kabar yang mengatakan bahwa tujuannya aktif di Hé-Man saat ini untuk menjadi batu loncatan pada pemira nanti.

  1. Suhastanto

Meski memiliki reputasi baik dalam berbagai kepanitiaan dan organisasi, Suhastanto juga hampir dipastikan tidak akan maju menjadi ketua Hé-Man karena alasan teknikal. Dalam AD/ART HEMAN Tahun 2010 BAB VIII Pasal 33 poin 5 mengenai calon ketua Hé-Man dijelaskan bahwa calon ketua Hé-Man harus sudah Pernah menjadi pengurus umum maupun pengurus inti Himpunan Mahasiswa Antropologi. Oleh karena itu, apabila merujuk pada AD/ART tersebut, Suhastanto tidak akan bisa maju meski menginginkan jabatan tersebut karena tidak pernah menjadi pengurus umum atau inti Hé-Man kecuali ada perubahan AD/ART.

  1. Petrus Bean L

Senada dengan Ihsanul Afwan, kemungkinan besar peter tidak akan melanjutkan berbagai organisasi yang ia jalani saat ini pada tahun depan. Padahal menurut berbagai pihak, Peter cocok menjadi orang nomor satu di Hé-Man

Diluar nama-nama tersebut sebenarnya banyak mahasiswa yang potensial dari angkatan 2013 seperti geovani (gege), hemasita, Irene, dan sebagainya. Tapi analisis penulis mengarah pada nama tersebut berdasarkan argument dan desas desus yang beredar.

Salam, IA

Please follow and like us: